SUBANG, Nitikan.id – Sejumlah warga Desa Karangsari, Kecamatan Binong, Kabupaten Subang, mengeluhkan kualitas beras bantuan dari Badan Urusan Logistik (Bulog) yang dinilai keras dan tidak layak konsumsi. Salah satu warga, Halimah (60), mengaku kesulitan memasak beras tersebut karena teksturnya yang keras meski sudah dimasak lama.
“Berasnya keras, nggak pulen, dan tetap keras meski sudah dimasak lama. Rasanya juga beda, anak-anak saya jadi malas makan,” ujar Halimah saat ditemui di kediamannya di Kampung Palawad, Rabu (7/8/2025).
Bantuan beras yang diterima warga merupakan bagian dari program bantuan pangan dari pemerintah yang disalurkan melalui Bulog. Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) menerima dua karung beras dengan total berat 20 kilogram. Di Desa Karangsari sendiri, terdapat lebih dari 200 penerima bantuan.
Menurut warga lainnya, kondisi beras tersebut jauh berbeda dibandingkan bantuan sebelumnya. “Dulu-dulu masih lumayan, sekarang entah kenapa berasnya kayak lama di gudang, keras dan agak bau,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Keluhan soal kualitas beras ini dikhawatirkan dapat berdampak pada tingkat konsumsi warga dan menurunkan kepercayaan terhadap program bantuan pangan. Mereka berharap pemerintah dan Bulog segera mengevaluasi kualitas beras yang disalurkan ke masyarakat.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak desa mengaku telah menerima laporan dari beberapa warga dan berencana meneruskan aduan ini ke pihak kecamatan dan dinas terkait. “Kami akan sampaikan ke atas agar ditindaklanjuti. Ini menyangkut kebutuhan pokok masyarakat,” ujar salah satu perangkat desa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Bulog belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan warga Desa Karangsari mengenai kualitas beras bantuan yang disalurkan.

