Tulungagung, Nitikan.Id — Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap 16 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Tulungagung pada Jumat (10/4/2026). Dalam operasi tersebut, Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, turut diamankan bersama sejumlah pihak lain.
OTT dilakukan setelah KPK menerima informasi mengenai dugaan transaksi mencurigakan yang melibatkan pejabat daerah. Tim kemudian melakukan pemantauan intensif sebelum bergerak melakukan penindakan di sejumlah lokasi.
Penangkapan dilakukan saat momen yang diduga berkaitan dengan praktik suap atau gratifikasi. Selain kepala daerah, sejumlah pihak lain yang diduga terkait juga ikut diamankan dan langsung dibawa ke kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Sesuai prosedur, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan, termasuk kemungkinan penetapan tersangka dan konstruksi perkara.
Gatut Sunu Wibowo merupakan kepala daerah yang menjabat sejak 2025. Ia sebelumnya dikenal sebagai pengusaha di bidang material bangunan sebelum terjun ke dunia politik.
Karier politiknya dimulai saat terpilih sebagai Wakil Bupati Tulungagung pada 2019. Saat itu, ia merupakan bagian dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Pada Pilkada 2024, ia maju sebagai calon bupati melalui jalur koalisi partai dan berhasil memenangkan kontestasi.
Dalam Pilkada Tulungagung 2024, Gatut Sunu maju dengan dukungan koalisi yang terdiri dari: Partai Gerindra,Partai Golongan Karya,Partai Keadilan Sejahtera
Sebelumnya, ia diketahui merupakan kader PDIP sebelum kemudian maju melalui koalisi tersebut.
Berdasarkan laporan LHKPN, total kekayaan Gatut Sunu tercatat sekitar Rp20,3 miliar. Aset tersebut didominasi oleh kepemilikan tanah dan bangunan, serta sejumlah kendaraan dan harta bergerak lainnya.
Kasus ini menambah daftar kepala daerah yang terjerat OTT KPK sepanjang 2026. Hingga awal tahun, sejumlah kepala daerah telah lebih dulu diamankan dalam operasi serupa.
Perkembangan ini menunjukkan penindakan terhadap dugaan tindak pidana korupsi di tingkat daerah masih terus berlangsung.
Hingga saat ini, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pihak yang diamankan. Detail perkara, termasuk dugaan pelanggaran dan peran masing-masing pihak, akan diumumkan secara resmi dalam konferensi pers.
Publik masih menantikan perkembangan lanjutan dari kasus ini.(red)

