Nitikan.id – Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) melalui Bidang Pelayanan dan Kesaksian dan Kemitraan Gereja Kristen Pasundan (GKP) di Tamiyang telah berhasil menyelenggarakan kegiatan “Tanah Air itu Bhinneka” (TAB) di Indramayu selama empat hari, mulai dari hari Selasa hingga Jumat, 20-23 Juni 2023.
Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk Oikumene, Gereja Kristen Pasundan (GKP), Jakatarub, Mission21, dan Center For Church Based Development (CKU).
Rangkaian kegiatan dimulai dengan penjelasan orientasi kegiatan selama empat hari ke depan oleh Pdt. Jimmy Sormin, sekaligus berbagi pengalaman tentang keberagaman.
Pada hari pertama (20/6), Pdt. Gomar Gultom, Ketua Perserikatan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), menyampaikan materi mengenai peran pemuda dalam Krisis Kebangsaan.
“Apa yang membuat pemuda dikenang dalam sejarah adalah keterlibatan mereka dalam fase kebangkitan nasional untuk mencapai misi kemerdekaan, serta kemampuan mereka dalam menjawab tantangan zaman,” kata Gultom.
Pdt. Gultom juga menekankan pentingnya peran pemuda dalam menjaga keberagaman dengan memiliki mimpi untuk memajukan bangsa Indonesia, meningkatkan literasi, mengembangkan daya kritis, memaknai nilai-nilai moderasi beragama, dan berkontribusi sebagai agen perdamaian.
Menurut Nurul Awaliah Hayati, salah peserta asal subang mengatakan, Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman etnis, suku, agama, ras, dan budaya.
“Hak kebebasan beragama dan berkeyakinan adalah hak asasi setiap penduduk Indonesia, yang tak terpisahkan dari prinsip kebhinekaan,” ungkap Nurul.
Melalui kegiatan “Tanah Air itu Bhinneka”, peserta belajar mengenai moderasi beragama agar dapat menghargai agama dan budaya lain, menjaga kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama, serta meningkatkan toleransi di antara mereka tanpa menghilangkan esensi dari agama yang mereka anut. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan persatuan dalam berbangsa dan bernegara.

