Nasi lengko merupakan makanan khas wilayah Pantura yang berawal dari Cirebon. Hidangan sederhana berbahan nasi, tahu, tempe, tauge, dan siraman bumbu kacang ini hingga kini tetap digemari berbagai kalangan masyarakat.
Salah satu pelestari kuliner khas ini adalah Nano Sugiatno (47), seorang pedagang nasi lengko dan kupat tahu yang telah puluhan tahun berjualan di Pamanukan, Kabupaten Subang.
Pak Nano mulai berdagang nasi lengko dan kupat tahu bersama istrinya sejak tahun 2006, setelah menikah. Sebelumnya, semasa masih lajang, ia sempat merantau bekerja di Malaysia sebagai buruh pabrik. Sepulangnya ke tanah air, ia sempat bekerja sebagai sales di salah satu perusahaan minuman sachet.
Awalnya, Pak Nano berjualan hanya untuk menyediakan sarapan bagi anak-anak sekolah. Ia membuka lapaknya setiap pagi mulai pukul 07.00 hingga sekitar pukul 12.00 siang. Namun seiring berjalannya waktu, pembelinya tidak hanya anak sekolah, melainkan datang dari berbagai kalangan masyarakat.
Pak Nano berjualan di depan SDN V Pamanukan, Jalan Ion Matrasamita. Dalam satu hari, ia dapat menghabiskan sekitar 2 gantang atau kurang lebih 20 liter beras, menandakan usahanya terus berjalan dengan baik dan mendapat kepercayaan pelanggan.
“Alhamdulillah, dari kesabaran saya berjualan, saya bisa menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi di Kota Yogyakarta, dan adiknya yang sekarang masih duduk di bangku SMP,” tuturnya penuh rasa syukur.
Dengan rendah hati, Pak Nano mengenang awal usahanya:
“Waktu saya memulai usaha dulu tidak kepikiran bisa seperti ini. Awalnya cuma berpikir yang penting cukup untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan tidak merepotkan orang tua dan orang lain.”
Sebagai lulusan STM (sekarang SMK), Pak Nano juga menitipkan pesan untuk generasi muda:
“Jangan gengsi. Kalau tidak ada peluang di pekerjaan formal, jangan takut untuk berwirausaha sendiri.”
Kisah Pak Nano menjadi gambaran nyata bahwa usaha sederhana yang dijalani dengan ketekunan, kesabaran, dan kejujuran mampu menghidupi keluarga dan mengantarkan anak-anak meraih pendidikan yang lebih tinggi.(red)

