• Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata
Jumat, Maret 6, 2026
Nitikan.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata
  • Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata
No Result
View All Result
nitikan.id
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Mengenal Hipotermia yang Menewaskan Mahasiswa Unsoed Pendaki Gunung Slamet

Awod Cobreti by Awod Cobreti
02/03/2023
in Kesehatan
0 0
0
Mengenal Hipotermia yang Menewaskan Mahasiswa Unsoed Pendaki Gunung Slamet
0
SHARES
347
VIEWS
Bagi ke WhatsAppBagi ke Facebook

Nitikan.id – Seorang pendaki dari Unit Pandu Lingkungan Mahasiswa Pencinta Alam (UPL MPA) Universitas Jenderal Soedriman (Unsoed) Purwokerto tewas saat mendaki Gunung Slamet pada, Minggu (26/2/23). Korban tewas di puncak Gunung Slamet bernama Sadewa Natha Radya (19), diduga akibat mengalami hipotermia.

Korban mendaki bersama 6 mahasiswa lainnya. Rombongan mahasiswa itu berangkat pada Kamis (23/02) melalui jalur pendakian Permadi Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal.

Korban diduga mengalami hipotermia akibat terjebak hujan badai di pos lima pada Sabtu sore. Pada Sabtu malam, Pos Pendakian Permadi menerima informasi satu pendaki tewas di bawah puncak Gunung Slamet. Tim SAR baru melakukan evakuasi korban tewas pada Minggu karena terkendala cuaca hujan badai.

Mengenal Hipotermia

Hipotermia adalah suatu kondisi di mana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin. Sederhananya adalah kedinginan yang sangat ekstrim yang dialami tubuh.

Hipotermia umumnya membutuhkan waktu yang cukup lama, sebelum berujung kematian. Berbeda dengan kasus dipatuk ular berbisa seperti king cobra. Waktu penanganannya harus cepat. Dimana jika telat atau salah dalam penanganan awal dalam menit-menit pertama, bisa berujung pada kematian.

Dalam kasus hipotermia, umumnya banyak peluang waktu yang lumayan panjang sebelum masuk pada kondisi yang paling kritis. Dalam artian jika gejala-gejala awalnya sudah bisa dikenali, maka langkah-langkah pengamanannya bisa segera dilakukan. Sehingga tingkat kefatalannya bisa dicegah. Baik oleh survivor sendiri, maupun sesama teman dalam tim.

Gejala hipotermia untuk gunung-gunung di wilayah tropis, seperti Indonesia, umumnya terjadi karena tereksposnya tubuh secara langsung pada udara di sekelilingnya yang memang dingin. Biasanya karena baju sebagai isolator panas, terkena air dan basah, sehingga berubah menjadi konduktor panas. Lalu suhu tubuh terus menerus turun, karena panasnya terhisap oleh udara di sekelilingnya.

Berbeda dengan jenis hipotermia untuk para pendaki gunung-gunung tinggi. Istilah tubuh yang “dingin” umumnya bukan karena ekspose, tapi kekurangan oksigen, sehingga pembakaran makanan dalam sel, guna menghasilkan kalori menjadi terhambat. Karena semakin ke atas, kadar oksigen semakin menipis.

Hipotermia: Pelan Tapi Mematikan

Dalam tubuh manusia, ada 3 organ inti (The Core), yaitu otak, jantung dan paru-paru. Pernah mendengar istilah mati klinis? Yaitu saat ketiga organ tersebut tak merespon alias wafat.

Selain mati klinis, ada juga yang disebut sebagai mati biologis, atau tidak berfungsinya organ-organ vital lainnya, sehingga menyebabkan komplikasi atau kegagalan organ berganda. Ujungnya bisa mengarah pada mati klinis. Setelah mati klinis, organ-organ vital akan mengalami kerusakan dalam tempo tertentu (kerusakan biologis).

Mendaki gunung, sangat mungkin dihadapkan pada kondisi dan situasi the core diatas. Dimana ketiga organ tadi saling bergantung erat.

Apa yang terjadi pada gejala acute mountain sickness ( AMS ) merupakan pembunuh nomor satu setiap pendaki, dimulai dengan gangguan yang terjadi pada the core atau organ inti. (Source: Trekthehimalayas.com)

Faktor yang paling signifikan adalah suhu udara dan kepadatan oksigen. Dua hal ini harus sangat diperhatikan saat seseorang mendaki menuju ketinggian. Dimana gejala High Altitude Pulmonary Edema ( HAPE ) menumpuknya cairan di paru-paru, dan High Altitude Cerebral Edema ( HACE ) menumpuknya cairan di otak, menjadi layaknya singa yang siap menerkam mangsanya. Saat kita lengah, bersikap abai, merasa hebat, maka HAPE dan HACE sering melenyapkan nyawa.

Pernah ada percobaan yang melibatkan beberapa institusi terkait. Berlokasi di gunung Denali ( Mc Kinley ) Alaska, sebagai salah satu tempat terdingin di muka bumi. NASA mengirim pelatih astronotnya untuk mendaki Denali, bersama sepasang suami-istri yang merupakan pendaki kawakan di kawasan itu. Dibekali alat untuk memeriksa The Core, berupa kapsul elektronik, yang ditelan untuk memeriksa suhu The core, kemudian mengirimkan datanya pada receiver di luar untuk dicatat dan dibandingkan.

Variabel pertama yaitu ketinggian.
Pada ketinggian 2400 mdpl, tekanan udara hanya sekitar 80% dari normal. Pada ketinggian 5000 mdpl, turun menjadi sekitar 65%, atau 2/3 dari normal. Diatas 8000 mdpl, biasa disebut sebagai dead zone, sebuah daerah kematian, karena hanya tinggal 20%, atau 1/5 saja dari normal. Oksigen akan dipasok oleh paru-paru, dengan tenaga pompa dari denyut jantung, untuk dialirkan terutama ke otak, sebagai pusat kontrol.

Variabel kedua yaitu suhu.
Dalam hal ini suhu di luar tentu sangat berpengaruh, salah satu hal mengapa Denali Alaska dipilih untuk penelitian karena suhunya yang ekstrim dingin. Namun suhu yang diukur kali ini adalah suhu internal dalam the core, terutama di bagian otak.

Tubuh menjadi hangat karena adanya pembakaran dalam sel. Bahan bakarnya berupa zat makanan dan oksigen yang dipasok paru-paru. Saat oksigen dalam udara berkurang, maka pasokan oksigen juga berkurang, sehingga proses pendinginan pada tubuh pun dimulai.

The core (otak, jantung dan paru-paru) yang normal bersuhu sekitar 37 ⁰C. Saat pasokan udara ke otak berkurang, terjadi pendinginan. Ketika suhu otak mencapai 35 ⁰C, maka kita mulai melihat gejala-gejala HIPOTERMIA. Seperti pusing, mual, pengen muntah, hilang selera makan, dan sulit tidur. Langkah-langkah melakukan aklitimasi (penyesuaian) selama selang beberapa waktu menjadi keharusan mutlak.

Hipotermia menjadi musuh utama pendaki pada gunung berketinggian dibawah 4000 mdpl. Seringkali adanya perasaan jumawa, bahwa gunung itu bisa didaki dengan one single strike, sekali jalan langsung menuju puncak. Akibatnya usaha aklimatisasi terabaikan. Memaksa mendaki dengan kesadaran yang tak lagi normal.

Semakin ke atas, udara semakin menipis. Paru-paru harus memompa semakin banyak oksigen ke otak, karena jika tidak maka otak akan mendingin terus. Jika dipaksa maka paru-paru akan jebol. Gelembung alveoli dalam paru paru yang bertugas untuk menangkap oksigen, menjadi kelelahan, dan mulai mengeluarkan cairan.

Paru-paru mulai terendam oleh cairan, dan semakin sulit untuk sekedar bernapas sekalipun, apalagi bicara atau berjalan. Di titik ini kita mulai diserang oleh penyakit High Altitude Pulmonary Edema ( HAPE ), menumpuknya cairan di paru-paru.

Saat kalori tak lagi mencukupi, otomatis tubuh menjaga agar tak mati klinis, sehingga panas dibagikan untuk the core saja. Yaitu otak, jantung dan paru-paru. Akibatnya bagian tubuh yang paling jauh akan dikorbankan. Tak mendapat jatah panas, seraya dibiarkan mati dalam beku ( mati biologis ), yang kita sebut sebagai frost bite. Biasanya terjadi pada jari atau hidung. Jika sudah terlampau fatal, biasanya di amputasi, agar pembusukan tidak menyebar pada jaringan tubuh di sekitarnya.

Otak adalah salah satu yang paling vital. Pasokan oksigen ke otak mutlak adanya. Jantung harus memompa oksigen, yang semakin menipis ketika ketinggian naik. Tekanan darah membuat urat darah kapiler di otak membesar. Pada tingkat tertentu, akan mengalami kelelahan, dan mulai mengeluarkan cairan. Pada titik ini, otak mulai dipenuhi oleh cairan, dan gejalanya kita sebut sebagai High Altitide Cerebral Edema ( HACE ), menumpuknya cairan di otak.

Ketika fungsi otak sudah menurun maka rasionalitas pun terpinggirkan. Dalam kondisi hipotermia dimana ketika suhu dingin ekstrim menyergap tubuh, maka suhu panas tubuh akan melindungi dengan ekstrim juga. Pada saat puncaknya, karena tubuh mempertahankan diri dengan memanaskan suhu tubuh, maka yang terjadi yaitu tubuh akan terasa panas sekali, hareudang pisan kalau kata orang Sunda, diperparah dengan fungsi otak yang mulai menurun. Banyak kasus yang terjadi pada korban hipotermia akan melucuti pakaiannya sendiri karena tubuh terasa panas, istilahnya Paradoxical Undressing, seperti yang menimpa pendaki Gunung Lawu tahun 2020 silam.

Untuk kegiatan di alam terbuka, dengan unsur bahaya yang tinggi. Maka keberadaan pendamping yang berpengalaman menjadi sebuah keharusan. Setidaknya dengan perencanaan yang matang, baik dalam hal memperhitungkan medan dan cuaca, dan persiapan logistik alat dan makanan serta P3K..

Tak usah takut dicap tidak gaya, tidak hebat, tidak jagoan, saat kita harus duduk sejenak. Saat kita harus tinggal beberapa saat, sekian jam, sekian hari, untuk aklimatisasi tubuh.
Mendaki gunung bukan balapan. Namun menikmati ciptaan Tuhan, melatih kesabaran, strategi dan kebersamaan.

“Mundur bukan berarti kalah, tapi mundur untuk mengatur strategi menghindari dahsyatnya kekuatan alam”

Tags: alammapalaolahraga ekstrimpendaki gunung
Next Post
Komisi Yudisial: Putusan PN Jakarta Pusat terkait Pemilu Kontroversial

Komisi Yudisial: Putusan PN Jakarta Pusat terkait Pemilu Kontroversial

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

  • Iman Jangan Cuma Nyaman
  • Setelah Megawati, Prabowo Kirim Surat Duka Ke Iran
  • Said Aqil Dukung Diplomasi Tegas Prabowo
  • Sempat Dikabarkan Gugur, Mahmoud Ahmadinejad Dipastikan Selamat dari Serangan Udara di Teheran
  • Gubernur Membantah, Fadia Resmi Jadi Tersangka KPK
  • panen4d
  • joker123
  • slot777
  • slot scatter hitam
  • https://protuning.id/
  • https://ptnobelindonesia.com/
  • https://okegas.id/
  • https://dukcapil.selumakab.go.id/
  • https://store.scuto.co.id/wp-content/products/
  • https://selumakab.go.id/
  • https://dukcapil.selumakab.go.id/duta777/
  • https://krakatauniaga.co.id/run/
  • https://bossfood.co.id/wp-content/pound/
  • https://befood.id/run/?id=nanastoto
  • slot138
  • slot138
  • sultan69
  • joker123
  • slot mahjong
  • slot depo 10k
  • demo mahjong
  • slot bet 200
  • slot gacor
  • https://consumerstore.siccura.com/
  • https://blog.sparkresto.com/
  • https://jurnal.anfa.co.id/
  • sultan188
  • duniacash
  • https://dewa138.xyz/
  • sultan188 login
  • https://dhumanotmp.xoc.uam.mx/
  • https://programainfancia.xoc.uam.mx/
  • https://fe.unik-kediri.ac.id/
  • https://techno.ru.ac.th/en/contact/
  • sultan188
  • https://problemaseducacion.xoc.uam.mx/

Nitikan.id merupakan salah satu media siber yang berada dibawah naungan PT Poros Media. Nitikan.id ingin menyajikan konsep jurnalis yang memihak pada kepentingan publik, membawa pencerahan, membangun ruang kesadaran serta menumbuhkan semangat literasi dan perubahan.

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Headline
  • Hukum
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Profile
  • Ragam
  • Science
  • Seni Budaya
  • Tak Berkategori
  • Teknologi
  • Wisata
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Term Of Use

© 2024 Nitikan.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata

© 2024 Nitikan.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • slot demo terbaik
  • https://grupoceleron.com/
  • slot gacor malam ini
  • https://aldypay.com/credit-purchase/
  • https://www.sharpener.tech/blog/
  • http://www.dramsyar.com.my/dramsyarservices/
  • https://urbanbat.org/salto-al-vacio/
  • https://kemin.gov.kg/
  • https://vjcc.org.vn
  • ggsoft
  • spaceman
  • slot dana
  • sv388
  • https://www.starfilterind.com/filter-cartridge/
  • https://santillan.ec/contacto/
  • https://travelnevada.fr/blog/
  • http://www.agfarma.com/about/
  • situs138
  • ggsoft
  • slot88
  • https://rgc.com.br/contato/
  • duniacash
  • https://restaurantemoche.com/contact-me/
  • https://agri.ubru.ac.th/
  • https://pedrolopez.pt/
  • https://ezap.edu.vn/
  • slot gacor
  • sultan188
  • slot 10k
  • https://revoar.org/contato/
  • https://www.woodyantique.com/testimonial
  • beras11
  • slot 10k
  • https://paninibay.com/
  • slot depo 5k
  • slot qris
  • https://tagme.com.br/login/
  • slot depo 10k
  • situs slot online
  • ggsoft
  • https://atmaenterprise.com/
  • https://www.lepagefoodanddrinks.com/private-cheffing
  • https://weddingdive.com/idea/
  • https://de.goodstats.id/gehry-architecture/
  • https://www.facility.management.zarz.agh.edu.pl/kontakt/
  • slot 138
  • https://hub.egaleo.gr/prosklisi-kypee/
  • https://store.amerimed.net/
  • https://zlatnadvorana.com/galerija/
  • slot69
  • slot69