Subang, Nitikan.id – Kopi Hofland. Iya, kopi Hofland. Peracik dan penikmat kopi pasti hampir semua hapal nama brand kopi ini, terutama warga subang. Kopi yang berasal dari daerah tonggoh di Kabupaten Subang. Tepatnya di Cisalak, yang berlokasi di utara perbukitan gunung Tangkuban Parahu, yang mana lahannya berada di atas ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut dan potensial untuk budi daya kopi Arabika dan Robusta.
Ngobrol bareng kang Miftah di stand UMKM waktu acara UMKM Subang Expo (29/11/2022) tentang sejarah singkat brand kopi yang membawa harum Subang di dunia ini.

Berawal dari kegelisahan maraknya ilegal logging di daeahnya, Miftah mencari cara agar warga sekitar lebih produktif. Setelah beberapa tahun belajar dan bertanya, dia mencoba menanam kopi di lahan pribadi dan berhasil, keberhasilannya menarik warga sekitar untuk menanam kopi juga.
Miftah pun membentuk kelompok tani. Setelah beberapa tahun dalam kelompok tani dirinya berinisiatif mendirikan Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah (GLB) pada Oktober 2016. Tujuannya agar bisa memfasilitasi pasar petani kopi sekaligus punya usaha berbadan hukum. Koperasi GLB kemudian memproduksi kopinya dengan brand Hofland, terutama untuk keluar negeri.
“Awalnya kami jual di lokalan dulu. Setelah sering ikut even dan pameran banyak dikenal orang. Bekerjasama dengan Perhutani dan Pemkab serta Pemprop JABAR dalam pengembangan Koperasi GLB. Dan rupanya Kementerian Perdagangan memfasilitasi kami untuk kut pameran di Jepang, Singapura, Malaysia dan Dubai,” ujar Miftah.
Berkat ikut pameran ke luar negeri, kini Koperasi GLB menjadi eksportir beras dan kopi ke mancanegara.
“Karena mengikuti pameran di luar negeri Koperasi GLB dikenal di mancanegara dan mendapatkan konsumen dari berbagai negara seperti Korea Selatan, Taiwan, Negara Timur Tengah bahkan hingga Amerika dan Eropa”, tambahnya.
Kini Miftah juga memiliki beberapa cafe di beberapa kota, salah satunya Hofland Cafe di Subang, bersebelahan dengan Kantor Pos Subang. Dan setiap weekend selalu ada live music selain meramaikan juga sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak muda berbakat untuk beraksi.

