Menjelang Ramadhan 1446 H, beredar daftar peringkat klasemen LKI, Liga Korupsi Indonesia.
Ini pasti lucu lucuan, tapi memang begitu adanya. List ini sekaligus akan jadi dokumentasi rakyat sebagai alat pengingat Rezim.
1. Korupsi Pertamina (Rp Rp 1000 triliun)
2. Korupsi PT Timah (Rp 300 triliun)
3. BLBI (Rp 138 triliun)
4. Penyerobotan lahan PT Duta Palma Group (Rp 78 triliun)
5. PT TPPI (Rp 37,8 triliun)
6. Korupsi PT Asabri (Rp 22,7 triliun)
7. PT Jiwasraya (Rp 16,8 triliun)
8. Korupsi izin ekspor minyak sawit (Rp 12 triliun)
9. Korupsi pengadaan pesawat Garuda Indonesia (Rp 9,37 triliun)
10. Korupsi Proyek BTS 4G (Rp 8 triliun)
11. Korupsi Bank Century (Rp 7 triliun)
Dalam situasi ketika segala sistem terasa menindas, saat harapan keluar dari kemiskinan semakin tipis, rakyat akhinya mencari pelarian ke Agama, satu satunya yang rakyat miliki, yang tak pernah menghianati.
Mual perut saya melihat bahwa hanya 1 hari setelah Kejaksaan Agung menyatakan salah satu modus korupsi pengadaan minyak mentah pertamina adalah oplos, kemarin ramai semua pihak membantah.
Pertamina membantah, Menteri Bahlul membantah. Bahkan pengamat ikut ikutan membantah. Semua saling melindungi. Meski kita tahu, oplos pertamax-pertalite itu hanya salah satu modus dari keseluruhan korupsi pada tata kelola minyak mentah.
Emosi rakyat yang tercermin dari luapan marah Nitizen Indonesia seakan diaduk aduk.
“Perlindungan Agama” menjadi satu-sarunya cara rakyat bertahan, mencari kedamaian, dan berharap ada jalan keluar dari penderitaan sebagai Warga Negara.
Rakyat akhinya menjadikan Agama sebagai sumber kekuatan mental dan emosional. Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi dan ketidakadilan sosial, Agama menawarkan penghiburan dan keyakinan bahwa ada kehidupan setelah dunia.
Rakyat bertahan dalam penindasan dengan keyakinan bahwa penderitaan di dunia akan dibalas dengan kebahagiaan Akhirat.
Dalam sistem Negara yang gagal memberikan keadilan sosial, ekonomi dan politik, Agama adalah benteng terakhir.
Ramadhan tidak hanya momentum memperbaiki hubungan dengan Allah dan memperbanyak menyapa Rasulullah, tapi juga momentum memperjuangkan ketidakadilan, dengan caranya masing masing
Saat DPR dan Ormas Islam tak ada waktu, kesempatan dan ruang untuk mendengarkan keluhan warga, memang hanya satu dan satu satunya sang pendengar sejati, sang Maha Mendengar.
Selamat Berpuasa.
Terutama buat rakyat yang memang sudah terbiasa tiap hari berpuasa, di sepanjang Tahun.
Yogyakarta
28 Februari 2025
Teguh Santoso
Sekjen Gerakan Anak Bangsa (Gerbang)

