TANJUNGPINANG, Nitikan.id — Reaksi keras terus bermunculan dari berbagai pengurus daerah Muay Thai di Indonesia atas polemik yang melibatkan Sarah Avilia, atlet Muay Thai asal Jawa Barat yang dinilai telah berulah dan menyudutkan organisasi.
Kali ini, Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Muay Thai Kepulauan Riau, Hendri Cotto, memberikan tanggapan tajam. Ia menyebut Sarah sebagai “atlet yang tidak tahu diri”, lantaran dinilai lupa daratan setelah dibesarkan dan dibimbing hingga meraih medali emas di ajang PON XXI.
“Sarah itu contoh nyata atlet yang besar kepala. Sudah dibimbing dari nol, dibina dengan serius oleh pengurus, diberi peluang sampai bisa jadi juara PON — bukannya bersyukur, malah mengkhianati orang-orang yang berjasa membesarkannya. Ini bukan sekadar tidak tahu etika, tapi sudah keterlaluan,” tegas Hendri dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (7/8).
Balas Budi dengan Kericuhan
Hendri menyoroti sikap Sarah yang tak hanya menolak keputusan PB Muay Thai Indonesia, tetapi juga menyerang nama baik organisasi melalui media sosial dan laporan ke berbagai institusi.
“Balas budi kok dengan menyulut kericuhan? Atlet seperti ini harus diberi pelajaran. Ini bukan soal dia tidak masuk SEA Games saja, tapi tentang bagaimana dia merespons situasi dengan cara-cara yang mencoreng nama Muay Thai Indonesia,” ujar Hendri.
Menurutnya, Sarah adalah contoh buruk bagi para atlet muda — penuh prestasi tapi minus attitude.
“Prestasi setinggi langit tidak ada artinya kalau tidak punya rasa hormat. Kita tidak butuh atlet semacam ini. Masih banyak talenta muda yang siap dibina dan tahu cara menghormati pelatih serta organisasi,” katanya.
Dukung Penuh Langkah Hukum Pengprov Jabar
Hendri menyatakan dukungan penuh terhadap langkah hukum yang akan ditempuh Ketua Pengprov Muay Thai Jawa Barat, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi SB, atas tindakan Sarah yang dinilai menyebarkan informasi yang menyesatkan dan merusak reputasi organisasi.
“Saya sepenuhnya mendukung langkah hukum. Ini bukan sekadar untuk menindak satu atlet, tapi sebagai bentuk penegakan marwah organisasi. Atlet itu tidak bisa semena-mena hanya karena pernah juara. Kita punya sistem, aturan, dan kehormatan yang harus dijaga,” tegas Hendri.
Ia juga mendorong PB Muay Thai Indonesia untuk bersikap tegas dan tidak ragu menjatuhkan sanksi administratif atau bahkan blacklist kepada Sarah, agar menjadi peringatan keras bagi atlet lain.

