MATARAM, Nitikan.id — Sorotan terhadap polemik atlet Muay Thai asal Jawa Barat, Sarah Avilia, semakin meluas di kalangan pengurus Muay Thai seluruh Indonesia. Kali ini, Ketua Harian Pengurus Provinsi (Pengprov) Muay Thai Nusa Tenggara Barat, Indra Gunawan, turut menyampaikan sikap tegas terhadap tindakan Sarah yang dianggap mencoreng nama baik organisasi.
Indra menilai bahwa Pengurus Besar Muay Thai Indonesia (PBMI) harus bertindak tegas dengan menjatuhkan sanksi maksimal berupa pencoretan dan blacklist permanen terhadap Sarah dari daftar atlet nasional.
“PBMI jangan ragu. Atlet seperti Sarah seharusnya sudah tidak layak mewakili nama Muay Thai Indonesia. Selain menolak pembinaan, dia juga menyampaikan hal-hal yang merusak citra PB dan pengurus di mata publik. Ini bukan soal pribadi, tapi soal marwah organisasi,” tegas Indra dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (7/8).
“Sudah Setengah Mati Besarkan PB Muay Thai, Jangan Dirusak”
Indra mengungkapkan bahwa seluruh jajaran pengurus Muay Thai di pusat maupun daerah telah bekerja keras, bahkan “setengah mati”, demi membesarkan nama PB Muay Thai Indonesia di kancah nasional maupun internasional. Maka dari itu, tindakan Sarah yang menolak mengikuti ketetapan organisasi dan menyebarkan narasi negatif di media, dinilai sangat mencederai semangat kolektif pembinaan atlet.
“Semua pengurus sudah berjuang keras. Dari pusat sampai daerah, kita kompak membina atlet, membesarkan nama organisasi. Tapi ketika ada satu atlet yang justru mempermalukan kita dengan sikap tidak patuh dan tidak beretika, itu sama saja menginjak-injak usaha kita bersama,” ujarnya.
“Attitude Lebih Penting, Bukan Cuma Skill”
Lebih jauh, Indra menegaskan bahwa pembinaan atlet bukan hanya soal kemampuan teknis atau prestasi semata, melainkan juga soal sikap dan integritas. Menurutnya, Sarah boleh saja berprestasi, tetapi dengan sikap yang buruk, maka keberadaannya dalam organisasi justru menjadi beban.
“Skill tanpa attitude itu sia-sia. Organisasi butuh atlet yang punya loyalitas dan mau dibina, bukan yang memaksakan kehendak pribadi. Jadi lebih baik dicoret saja. Kita punya banyak atlet muda yang siap dibina dan patuh terhadap sistem yang ada,” tegasnya.
Dukung Langkah Tegas PBMI dan Pengprov Jabar
Indra juga mendukung langkah hukum yang akan diambil oleh Pengprov Muay Thai Jawa Barat terhadap Sarah, sebagai bentuk penegakan disiplin dan pembelajaran bagi atlet lainnya.
“Kalau tidak ada sanksi tegas, nanti akan ada atlet-atlet lain yang meniru. Ini bahaya untuk masa depan Muay Thai Indonesia. Saya sangat mendukung langkah hukum yang ditempuh Pengprov Jabar. Sudah waktunya PBMI menunjukkan bahwa organisasi ini punya wibawa dan aturan yang harus dihormati,” pungkasnya.

