Nitikan.id – Jika kamu percaya pada hantu, kamu tidak sendirian. Sekitar 45% orang Amerika percaya pada hantu dan sebanyak 18% orang akan mengatakan bahwa mereka pernah mengalaminya.
Tapi apa yang membuat kita merasa seperti mendengar atau melihat hantu? Apakah ada penjelasan ilmiah yang bisa menjelaskan mengapa bulu kuduk merinding, atau perasaan tidak nyaman yang tiba-tiba yang sulit dijelaskan? Mari selidiki enam kemungkinan penjelasan berdasarkan sains.
1. Suara Frekuensi Rendah
Sebagaimana mata manusia hanya dapat melihat cahaya pada frekuensi tertentu, sebaggai contoh kita tidak dapat melihat gelombang radio. Telinga manusia hanya dapat mendengar suara dalam rentang frekuensi di atas ~20.000 Hertz dikenal sebagai suara ultrasonik, demikian pula, telinga manusia kesulitan mendengar suara frekuensi rendah di bawah ~20 Hertz—dikenal sebagai infrasonik. Dalam sebuah studi tahun 2003, 22% penonton konser yang terpapar suara pada 17 Hertz dilaporkan merasa tidak nyaman atau sedih, menggigil, atau “perasaan muak dan takut yang gugup”. Perasaan tersebut bagi sebagian orang dikatakan sebagai pertanda kehadiran hantu di sekitarnya.
Jadi apa saja asal-usul yang lebih umum dari suara frekuensi rendah seperti itu? Peristiwa cuaca seperti gempa bumi dan aktivitas gunung berapi atau petir, dan komunikasi antar hewan termasuk gajah, paus, dan kuda nil semuanya dapat menghasilkan infrasonik. Dan jika Anda tidak tinggal di dekat gunung berapi atau kuda nil, tetapi masih berpikir bahwa rumah Anda mungkin berhantu? Manusia juga membuat suara frekuensi rendah melalui mesin diesel, turbin angin, dan beberapa pengeras suara atau ledakan kimia.
2. Jamur Beracun
Menghirup jamur beracun bisa berdampak buruk bagi sistem pernapasan Anda, tetapi juga bisa berdampak buruk bagi otak Anda. Paparan jamur diketahui menyebabkan gejala neurologis seperti delirium, demensia , atau ketakutan irasional, dan halusinasi. Lantas apakah kebetulan jika rumah yang kita curigai berhantu akibat dari tidak terawat dan jorok dan sangat mungkin penuh dengan jamur beracun?
3. Karbon Monoksida
Sama seperti menghirup jamur, menghirup banyak karbon monoksida bisa berdampak buruk pada otak, sehingga dapat membuat kita melihat, mendengar, dan merasakan hal-hal yang tidak benar-benar ada, atau halusinasi. Dengan menghirup terlalu banyak karbon monoksida, dapat menyebabkan halusinasi pendengaran, perasaan tertekan di dada, dan perasaan takut yang tidak dapat dijelaskan. Seperti cerita hantu dari tahun 1920-an tentang keluarga yang pindah ke rumah baru dan mendengar langkah kaki, melihat penampakan, dan merasakan kehadiran makhluk halus, ternyata akibat keracunan karbon monoksida dari tungku yang rusak.
4. Kekuatan Sugesti
Studi menunjukkan bahwa kita lebih cenderung percaya pada pengalaman paranormal jika orang lain yang ada di sana dapat mendukung keyakinan kita. Jadi, sementara kita mungkin dapat meyakinkan diri kita sendiri bahwa entah bagaimana kita salah tentang apa yang kita lihat atau dengar, kita cenderung menaruh lebih banyak kepercayaan pada saksi mata orang lain jika itu juga mendukung kecurigaan kita.
5. Hembusan Angin atau Udara
Ketika membuka jendela dan masuknya angin ke dalam ruangan dapat menciptakan angin sepoi-sepoi, tetapi juga dapat menciptakan titik dingin karena aliran udara di luar berubah, menyebabkan udara yang lebih dingin memasuki ruangan yang lebih hangat. Hembusan juga dapat menyelinap masuk melalui cerobong asap dan menyebabkan pintu terbanting atau kenop pintu berderak.
6. Senang Merasa Takut.
Ahli saraf telah menjelaskan bahwa otak kita melepaskan dopamin, zat kimia yang terkait dengan kesenangan, saat kita takut. Tepatnya berapa banyak dopamin dan berapa banyak reseptor yang kita miliki untuk menerimanya dapat memengaruhi apakah kamu orang yang senang ditakuti atau seseorang yang lebih suka menghindari hal-hal yang menakutkan Jadi bagi sebagian orang, membiarkan imajinasi kita menjadi liar dengan kemungkinan hidup bersama hantu, meskipun menakutkan, juga dapat menghasilkan euforia.
Tentu saja, kepercayaan terhadap hantu di tiap daerah berbeda-beda. Namun sains juga memiliki penjelasannya sendiri. Apakah kamu termasuk pribadi yang perçaya pada sains? Atau kamu termasuk orang yang percaya bahwa ketika kamu membaca tulisan ini ada hantu yang sedang mengawasi di belakang kamu sekarang?
Sumber: quickanddirtytips.co

