Subang, Nitikan.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat, H. Zulkifly Chaniago, menggelar kegiatan penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 2017 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif di Dusun Palasari, Desa Pamanukan, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, Kamis (23/5/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, pelaku UMKM, pemuda, serta warga sekitar yang antusias mengikuti pemaparan materi.
Dalam sambutannya, H. Zulkifly menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk kewajiban legislator dalam menyebarluaskan regulasi, tetapi juga sebagai ajang silaturahmi antara wakil rakyat dengan masyarakat di daerah pemilihan.
“Pertemuan ini bukan sekadar sosialisasi Perda, tapi juga menjadi ruang silaturahmi. Saya ingin hadir langsung, menyampaikan program-program pemerintah dan regulasi yang berkaitan dengan pengembangan potensi masyarakat, khususnya ekonomi kreatif. Ini bagian dari ikhtiar kita untuk membangun Jawa Barat, dari dusun-dusun seperti Palasari,” ujar Zulkifly.
Ia menjelaskan bahwa Perda Pengembangan Ekonomi Kreatif memberikan dasar hukum yang kuat bagi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk mendorong tumbuhnya industri kreatif yang berbasis potensi lokal. Menurutnya, ekonomi kreatif merupakan masa depan pembangunan daerah karena mengandalkan kreativitas, inovasi, dan kearifan lokal sebagai daya saing utama.
“Kita tidak bisa hanya bergantung pada sektor konvensional. Dunia sedang bergerak ke arah ekonomi berbasis ide dan inovasi. Maka warga Subang harus siap ambil bagian dalam transformasi ini,” tambahnya.
Lebih jauh, H. Zulkifly menegaskan komitmennya untuk mendukung secara langsung pelaku ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar. “Jika ada ekonomi kreatif yang sangat potensial di sini, saya yang akan langsung menjemput dan mensupportnya. Kita akan bantu fasilitasi, mulai dari pelatihan, akses pasar, hingga dorongan ke instansi terkait. Jangan ragu untuk menunjukkan karya dan ide,” tegasnya.

Dalam sesi dialog interaktif, sejumlah warga menyampaikan harapan agar adanya perhatian lebih terhadap akses modal, pelatihan manajemen usaha, hingga promosi produk lokal. Menanggapi hal ini, H. Zulkifly mengajak warga untuk aktif menjalin komunikasi dengan perwakilan daerah dan dinas terkait, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar.
“Salah satu tantangan kita adalah informasi dan jejaring. Maka saya dorong masyarakat untuk ikut serta dalam program pelatihan digital marketing, pengemasan produk, dan sertifikasi. Saya siap menghubungkan dengan stakeholder yang bisa membantu,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengetahui berbagai program pembangunan yang telah dan akan dilakukan pemerintah provinsi, serta mendekatkan kebijakan publik dengan realitas masyarakat akar rumput. Warga mengapresiasi kehadiran langsung wakil rakyat dan berharap kegiatan serupa bisa terus berlanjut di masa depan.
Dengan semangat kolaboratif, H. Zulkifly Chaniago menutup acara dengan pesan singkat namun bermakna: “Ekonomi kreatif bukan hanya urusan kota besar. Dari kampung, dari dusun seperti Palasari inilah lahir masa depan Subang dan Jawa Barat.”
*****

