SUBANG, Nitikan.id – Ramai dan viral seorang Warga Subang asal Desa Langensari, Kecamatan Blanakan, Rumsari (45) yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Dengan viral dan menjadi perbincangannya berita tersebut di pelosok, Bupati Subang Ruhimat malah tak mengetahui informasi tersebut.
Saat dimintai keterangan oleh awak media di sela-sela acara refleksi 5 tahun kepemimpinan Jimat-Akur di Kecamatan Pamanukan, Ruhimat belum bisa berkomentar terkait adanya kasus tersebut. Pasalnya, dirinya tak mengetahui jika salah satu warganya menjadi korban TPPO di Timur Tengah (Irak).
“TPPO? Waduh, belum bisa komentar saya, saya belum ketemu Kadisnakers, saya belum bisa komentar mohon maaf ya,” ungkap Bupati Subang yang dikenal dengan sapaan Kang Jimat. Kamis, (20/7/2023).
Seperti diberitakan dibeberapa media sebelumnya, Warga Subang dikejutkan dengan video viral yang menyebar di media sosial TikTok terkait salah seorang Pekerja Migran Indonesia asal Blanakan Subang yang terjebak di Irak.
Dalam videonya tersebut, Rumsari (45) warga Sukajaya baru RT07/02 Desa Langensari Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang meminta bantuan Presiden Joko Widodo untuk bisa memulangkan dirinya ke Indonesia.
Selain itu Rumsari juga mengaku dirinya sedang sakit dan ingin pulang namun tetap dipaksa bekerja oleh agen yang membawanya ke Irak secara ilegal.
“Kondisi saya sedang sakit-sakitan seperti sakit jantung dan kolestrol tapi masih terus dipaksakan bekerja oleh agen yang memberangkatkan saya,” ucapnya dalam video TikTok.
Tak hanya itu, Rumsari juga mengaku gajinya selama bekerja 19 bulan di rampas sama agen, dan mengalami sakit jantung kronis, kolesterol dan gula tetapi masih dipaksa bekerja.
“Saya minta tolong pak Jokowi, pulangkan saya dari Irak ke Tanah Air saya sudah sakit-sakitan tidak kuat kerja,” pinta Rumsari dalam video berkdurasi sekitar 1 menit 6 detik yang diposting oleh akun @duaputra 1979.

