SUBANG, Nitikan.id – Setiap di akhir dan awal, tahun warga Dusun Langgensari Desa Anggasari Kecamatan Sukasari terendam banjir.
Banjir yang merendam dusun tersebut tidak seperti banjir di wilayah lain. Banjir di Dusun Langgensari itu bisa berlangsung 1 sampai 2 bulan lamanya.
Banjir yang berlangsung lama merendam pemukiman tersebut mengakibatkan ekonomi warga lumpuh dan warga terdampak mulai terserang penyakit kulit.
“Disini setiap Oktober atau November sampai Maret pasti banjir,” kata Siti Munawaroh alias Icem warga Dusun Langgensari. Selasa, (14/2/2023) sore.
Icem mengatakan bahwa saat ini warga yang notabene nya sebagai buruh tani tersebut lumpuh perekonomiannya dan mulai terserang penyakit dampak banjir.
“Masyarakat disini mudah terjangkit penyakit dampak banjir seperti gatal-gatal, sakit perut dan lainnya,” katanya.
Dalam pantauan Jurnalis Nitikan.id, di beberapa pekarangan rumah yang tidak tergenang air, nampak puluhan sepeda motor warga terpakir yang dititipkan.
“Susah untuk setiap harinya, karena gak bisa pake motor, semua jalan terendam banjir,” ujar Siti.

Warga hanya bisa bermimpi dapat hidup normal, aman dan nyaman seperti yang lainnya, bahkan Ia bermimpi untuk bisa bertani kembali dilahan sawahnya setahun 2 kali seperti yang lain.
“Sudah mau dua bulan, tapi belum ada perhatian dari pihak terkait, kami masyarakat sangat prihatin dan iri, karena kami juga sama warga negara Indonesia, tapi kami jarang melihat pengamalan sila ke-5 yang berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia,” ungkap Icem alias Siti.
Siti juga berharap pemerintah terkait dapat segera menangani masalah yang menimpa warga tersebut.
“Kami sangat berharap adanya tindakan dari pemerintah, kami butuh normalisasi sungai, karena banjir ini disebabkan oleh dangkalnya sungai-sungai yang ada disini,” harapnya.
Sementara itu, Kasie Kesejahteraan Sosial (Kesos) Kecamatan Sukasari Sony Sonanjaya mengungkapkan bahwa banjir tersebut disebabkan oleh pendangkalan, penyempitan sungai dan rendahnya tanggul penahan.
“Dulu setelah dikunjungi Ibu Kapolres pernah dilakukan normalisasi sepanjang 2 Kilometer, dan Alhamdulillah itu agak mendingan, dapat meminimalisir banjir disini,” ungkapnya.
Ia juga telah menyarankan kepada pihak Pemdes Anggasari untuk memprioritaskan penguatan tanggul dan normalisasi sungai secara bertahap dengan menggunakan anggaran yang ada.
“Saya pernah menyarankan kepada Pak Kades untuk membenahi ini dengan anggara yang ada dulu, tidak apa-apa secara bertahap saja, nanti juga bakal ada gantinya kok. Tapi sampai saat ini belum ada reaksi atau tindakannya,” pungkas Sony.

