Nitikan.Id, Subang – Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, menghadiri kegiatan silaturahmi sekaligus meresmikan Gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Binong, Kabupaten Subang, Senin (8/6/2026).
Acara peresmian berlangsung penuh khidmat dan disambut antusias oleh warga Nahdliyin.
Sejumlah pengurus PCNU Kabupaten Subang turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Katib PCNU KH. Humaedi, M.A., Wakil Ketua PCNU KH. Eka Munawar Putra, S.Ag., serta Sekretaris PCNU Uung Mashuri Rasta, M.M.Pd. Hadir pula jajaran badan otonom NU seperti GP Ansor, Banser, Muslimat NU, Fatayat NU, dan pengurus ranting NU se-Kecamatan Binong.
Dari jajaran MWC NU Binong, tampak hadir Rois Syuriah KH. Abdul Hadi Muthalib, Ketua Tanfidziyah KH. Daroji Sidiq, S.Pd., serta Katib Agus Hasanudin, S.E.
Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Binong, KH. Daroji Sidiq, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas kehadiran Buya Said Aqil Siradj di tengah masyarakat Nahdliyin Binong.
“Seperti yang kita saksikan bersama, warga Nahdliyin, pengurus NU, dan badan otonom sangat antusias menyambut kehadiran Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, M.A. Kehadiran beliau menjadi kebanggaan sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus berkhidmat di Jam’iyah Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Menurut KH. Daroji, Buya Said merupakan figur yang layak menjadi teladan bagi kader dan pengurus NU. Kiprah serta pemikiran beliau dinilai masih sangat dibutuhkan oleh umat Islam, khususnya warga Nahdliyin.
“Silaturahmi ini menjadi bukti bahwa beliau selalu dekat dengan warga NU dan peduli terhadap pengurus di tingkat bawah, termasuk MWC NU Kecamatan Binong,” katanya.
Dalam mau’idhoh hasanahnya, Buya Said menyoroti pentingnya memperkuat solidaritas, membangun kemandirian ekonomi, dan menjaga optimisme di tengah situasi ekonomi serta geopolitik global yang tidak menentu.
“Menghadapi situasi ekonomi yang tidak menentu, kita harus memperkuat kerja berjamaah, membangun kemandirian ekonomi, tetap optimistis, dan tidak mudah berputus asa,” pesannya.
Selain itu, Buya Said juga menekankan pentingnya pembinaan akhlakul karimah bagi generasi muda Nahdliyin di tengah perkembangan era modern.
“Anak-anak kita tidak cukup hanya cerdas secara intelektual. Mereka juga harus memiliki tarbiyah ruhaniyah yang kuat agar mampu menghadapi perkembangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam,” ujarnya.
Ia berharap MWC NU Kecamatan Binong dapat terus berkembang menjadi pusat kaderisasi yang melahirkan generasi Ahlussunnah wal Jamaah dengan keimanan yang kuat, semangat perjuangan, dan akhlak mulia.
“Mudah-mudahan ke depan MWC NU Kecamatan Binong semakin maju, mampu mencetak generasi yang militan, beriman kuat, dan berakhlak mulia,” tuturnya.
Buya Said juga menegaskan bahwa gedung yang baru diresmikan tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal sebagai pusat konsolidasi organisasi dan pengembangan sumber daya manusia, terutama dalam bidang pendidikan.
“Gedung ini harus kita jaga dan tingkatkan perannya. Tidak hanya sebagai pusat kegiatan organisasi, tetapi juga sebagai sarana pembinaan generasi dan penguatan pendidikan,” tegasnya.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Buya Said memimpin doa bersama yang diikuti seluruh peserta dengan penuh kekhusyukan. Doa dipanjatkan untuk kemajuan Nahdlatul Ulama serta kemaslahatan warga Nahdliyin.
Suasana haru dan kebanggaan tampak menyelimuti para peserta yang hadir, termasuk Buya Said Aqil Siradj, sebagai simbol harapan akan semakin kuatnya peran NU dalam membangun umat dan bangsa.(red)
