Nitikan.id – Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur, dipilih oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai tempat pelaksanaan acara puncak memperingati satu abad hari lahir perkumpulan Nahdlatul Ulama. Selama 24 jam non stop mulai Selasa, 07 Februari 2023 tepat pukul 00.00 WIB hingga 8 Februari pukul 00.00 WIB. Sebelum acara puncak, berbagai kegiatan besar akan digelar di seluruh Indonesia.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Yahya Cholil Tsaquf atau Gus Yahya menjelaskan di gedung PBNU, jl Kramat Raya 164 Jakarta. Berbagai kegiatan jelang acara puncak peringatan satu abad NU digelar sejak Agustus tahun lalu. Seremonial puncak perayaan satu abad NU akan dilaksanakan pada 07 Februari pukul 07.00 pagi.
Dilansir dari nuonline (06/01/2023), ada sembilan klaster even yang diselenggarakan sejak Agustus menuju perayaan puncak satu abad. Di antara sembilan even tersebut yakni NU Women dan Porseni.
Gus Yahya menambahkan masih ada even besar lainya yang akan digelar jelang acara puncak yakni Festival Seni Tradisi Islam Nusantara pada 09 Januari di Banyuwangi. Kemudian ada Porseni NU pada 15-21 Januari di Surakarta yang akan ditutup dengan jalan sehat bersama.
Pada 06 Februari akan diadakan Muktamar Internasional Fikih Peradaban yang pertama di Surabaya dengan mengundang tidak kurang dari 400 ulama di seluruh dunia. Sebelum itu PBNU akan memberikan penghargaan kepada orang-orang yang berjasa dalam perjalanan NU selama satu abad pada 31 Januari di Jakarta.
Untuk lebih memeriahkan Harlah 1 Abad NU ini, PBNU juga turut memproduksi lagu tema berjudul Merawat Jagat Membangun Peradaban, sesuai dengan visi NU jelang usai 100 tahun.
“Judul lagu ini menggunakan semboyan dari 1 abad NU, Merawat Jagat Membangun Peradaban,” ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Tholibien, Rembang ini.
Secara khusus disampaikannya bahwa lirik lagu tersebut ditulis oleh Mustasyar PBNU KH Mustofa Bisri (Gus Mus), yang juga merupakan komposer dari lagu 1 Abad NU tersebut. “Lagu ini syair/liriknya ditulis langsung oleh yang mulia KH Mustofa Bisri (Gus Mus),” ucap Gus Yahya.
Gus Yahya meyakini permohonannya untuk menuliskan lirik lagu tema 1 Abad NU kepada Gus Mus merupakan hal yang tepat, mengingat rekam jejak kiai asal Rembang ini juga piawai dalam mengolah kata menjadi bermakna. Sehingga ia menjamin setiap lirik dari lagu ini memuat semua hal baik untuk NU di usia 1 Abad ini.
“Jadi lagu ini tercipta tanpa tender. Kita yang memohon langsung kepada Gus Mus, dan saya yakin keputusan ini tidak salah karena syairnya sangat indah sederhana dan memuat semua hal terkait dengan 1 abad NU,” ucapnya mantap.
Ia lantas membeberkan setiap bait per bait lagu ini mencakup mulai dari dasar perjuangan, konsistensi dan keistiqamahan, serta visi tentang masa depan NU termuat lengkap di dalam lagu yang diaransemen oleh musisi sekaligus gitaris ternama di Indonesia, Tohpati Ario Hutomo.
Tiga dari sembilan even akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo yaitu pada 9 Januari di Banyuwangi. Jokowi juga akan ikut jalan sehat bersama di Surakarta sebagai penutup Porseni NU. Lalu Jokowi akan hadir di acara puncak peringatan satu abad NU di Gelora Delta Sidoarjo yang diperkirakan akan dihadiri oleh jutaan warga NU.

