Subang, Nitikan.id – Peristiwa Isra’ Mi’raj yang dialami Rasulullah memang sangatlah luar biasa, sehingga pikiran manusia tidak bisa menjangkaunya, karena proses yang ditempuh semalam ternyata bisa sampai ke Shidrotul Muntaha dengan kecepatan yang tiada bandingannya. Dengan peristiwa yang menakjubkan ini kita sebagai orang yang beriman tentunya percaya tanpa syak, bahwa hal itu benar-benar dialami Rasulullah SAW dalam waktu yang begitu singkat.
Peristiwa Isra Miraj hingga kini masih terus diperingati oleh umat muslim setiap tahun. Salah satunya peringatan Isra Mi’raj dengan mengisi pengajian di Masjid Baetussalam Dusun Bojongsari Desa Sukatani kec. Compreng Kab. Subang, Selasa, l24/01/2023), dengan mengundang Muballigh Internasional Gus Miftah dari Yogyakarta.
Dalam ceramahnya Gus Miftah memaparkan tentang mukjizat Isra’ Mi’raj dan pesan-pesan yang tersirat di dalamnya.
Pertama, ada dua reaksi manusia ketika mengetahui suatu kebenaran, bagi orang yang bijak kalau mendengar kebenaran dia akan merenung, sedangkan orang bodoh ketika mendapatkan kebenaran dia akan tersinggung.
Kedua, tidak ada manusia yang lebih hebat dari manusia lainnya. Tidak ada orang yang lebih mampu dari orang lain, semua atas kehendak Allah SWT. Semua atas Kun Fayakun Allah. Tidak perlu sombong dan menghinakan orang lain, karena hebat dan mampumu karena Allah SWT.
Ketiga, setiap manusia pernah berdosa, pernah bermaksiat. Sebaik-baiknya pendosa atau ahli maksiat adalah yang bertaubat. Allah menciptakan surga untuk pendosa yang bertaubat, dan Allah menciptakan neraka untuk ahli maksiat yang enggan beetaubat. Ketika kita duduk dengan ahli maksiat, angan pernah bicarakan masa lalunya tapi temani dia untuk untuk mempunyai masa depan yang lebih baik, karena orang baik punya masa lalu orang tidak baik pasti punya masa depan.
Keempat, syiarkan Islam dengan kemuliaan akhlak dan sikap atau perbuatan yang menyenangkan. Para non-muslim itu tidak membaca Al-Qur’an atau Hadits, kesan pertama mereka memperhatikan ucapan, tindakan dan akhlak kaum muslimin.
Terakhir Gus Miftah berpesan agar umat Islam bersama-sama merawat kebhinekaan untuk persatuan NKRI.

