SUBANG, Nitikan.id – Perayaan Milangkala ke-113 Pamanukan, Senin( 12/6/2023) hanya digelar di Kolong Flyover Pamanukan. Pasalnya, meski sudah berusia 113 tahun, Pamanukan masih belum memiliki Alun-alun.
Kekecewaan dan keprihatinan pun diungkapkan beberapa pihak dengan pendapat bahwa perayaan semacam ini seharusnya dilakukan di tempat yang lebih representatif, seperti alun-alun.
Seperti yang diutarakan oleh salah satu tokoh masyarakat Pantura, Asep Maulana, menyatakan kekecewaannya terhadap lokasi perayaan yang dipilih.
Menurutnya, Pamanukan, yang kini berusia 113 tahun, seharusnya sudah memiliki fasilitas publik yang memadai, seperti alun-alun.
“Kota sebesar Pamanukan dengan penduduk 50 ribu jiwa, dan masyarakatnya heterogen terdiri dari beragam suku dan agama, selayaknya memiliki Alun-alun,” kata Asep.
Asep Maulana berharap agar acara-acara penting seperti perayaan ulang tahun kecamatan dapat diselenggarakan di tempat yang lebih representatif.
“Saya selaku warga masyarakat Pamanukan sangat menyayangkan Pamanukan yang sudah berusia 113 tahun tidak mempunyai sarana tempat yang representatif untuk mengadakan sebuah acara apalagi ini acara-acara yang sangat sakral,” harapnya.
Dikatakan Asep, bahwa ulang tahun ke-113 Kecamatan Pamanukan seharusnya menjadi momentum bagi pembangunan alun-alun yang diharapkan oleh banyak warga. Mengingat peran Pamanukan sebagai kota penopang Pelabuhan Patimban, kehadiran fasilitas publik yang memadai seperti alun-alun sangatlah penting.
“Ini sangat menjadi bahan yang paling penting untuk terlahirnya kota Pamanukan yang tersenyum, apa lagi Pamanukan akan menyambut terlahirnya Subang Utara. Saya mohon kepada para stakeholder dan kepada pemangku kebijakan, untuk bisa merealisasikan keinginan warga Pamanukan untuk mempunyai alun-alun yang representatif,” ujarnya.
Asep juga mengkritisi Pemerintah Kabupaten Subang yang tak memiliki konsep tata kota yang jelas di Pamanukan.
“Liat sekarang di usianya 113 tahun, Pamanukan malah makin kumuh tak jelas tata kotanya, PTC yang begitu megah terbengkalai, selain itu pasar Pamanukan juga sudah overload, sehingga banyak warga mendirikan lapak-lapak berjualan di pinggiran jalan hingga membuat Pamanukan semakin terlihat kumuh, dipenuhi lapak PKL dan tak ada penertiban sama sekali dari pihak Satpol PP,” tandasnya
Sementara itu, Camat Pamanukan, Vino Subriadi, menjelaskan bahwa perayaan HUT Pamanukan kali ini diselenggarakan di bawah Fly Over dengan tujuan untuk melibatkan masyarakat dalam merencanakan pengembangan wilayah tersebut.
“Sengaja agar kita duduk bersama melihat apa yang akan kita kerjakan untuk Pamanukan kedepannya dan itu fly over adalah jantung kota Pamanukan yang harus kita tata dan jadi manfaat buat kita,” jelasnya.

