SUBANG, Nitikan.id – Ribuan pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Subang menggelar aksi damai dan doa bersama di Amphiteater Alun-Alun Subang, Minggu (31/8/2025). Aksi ini merupakan bentuk solidaritas atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang driver ojol yang tewas mengenaskan setelah terlindas mobil rantis Brimob dalam peristiwa di Jakarta beberapa waktu lalu.
Berbeda dengan sejumlah daerah lain yang diwarnai kericuhan, aksi di Subang berlangsung tertib, khidmat, dan penuh kekhusyukan. “Alhamdulillah, hari ini aksi damai dan doa bersama dapat terlaksana dengan baik dan tertib,” ujar Megi, selaku koordinator aksi.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Subang, di antaranya Kapolres Subang, Dandim, serta perwakilan dari Kejaksaan. Kehadiran mereka mendapat apresiasi dari para peserta aksi.
Namun, absennya Bupati Subang dan Ketua DPRD dalam kegiatan itu menimbulkan kekecewaan. Menurut para peserta, seharusnya kedua pimpinan daerah tersebut hadir untuk memberikan dukungan moral di tengah duka yang dirasakan komunitas ojol.
“Kami berterima kasih kepada Forkopimda yang hadir, khususnya Pak Kapolres, Dandim, dan Kejaksaan. Tapi kami sangat menyayangkan ketidakhadiran Bupati dan Ketua DPRD. Padahal kami sangat berharap beliau bisa hadir di tengah-tengah kami,” ungkap salah satu peserta.
Kekecewaan itu semakin mencuat karena sebelumnya Bupati Subang terlihat hadir dalam acara Subang Fest yang digelar di lokasi yang sama pada 29 Agustus 2025. “Pada saat Subang Fest beliau bisa hadir dan ikut ber-euforia, tapi ketika ada aksi damai seperti ini beliau tidak muncul. Kami menilai sikap ini menunjukkan ketidakpedulian,” tambah peserta lain.
Bahkan sebagian massa menilai sikap Bupati Subang terkesan arogan dan dipengaruhi oleh faktor politik, mengingat ibundanya saat ini menjabat sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar.
Meski demikian, aksi damai dan doa bersama tetap berjalan lancar hingga selesai. Para peserta menegaskan bahwa kegiatan tersebut murni dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan doa untuk almarhum Affan Kurniawan, serta sebagai pengingat agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.

