Nitikan.id – Sejak kemunculannya, teknologi dari masa ke masa selalu menimbulkan tantangan dan dampak baik maupun buruk bergantung pada penggunanya. Teknologi sudah termasuk dalam kebutuhan pokok kehidupan manusia. Namun teknologi sendiri memiliki dampak, baik positif maupun negatif, pun dalam teknologi IoT.
Dampak Positif
Ada tiga manfaat utama yang bisa didapatkan saat menggunakan teknologi IoT dalam kegiatan sehari-hari.
Pertama, kegiatan akan lebih efisien dengan pengendalian jarak jauh yang ditawarkan. Sehingga beberapa tugas bisa terselesaikan dalam waktu yang bersamaan.
Kedua, memiliki monitor kerja praktis. Menggunakan IoT sebagai pengendali bisa melakukan kontrol aktivitas dimanapun dan kapanpun. Selain itu juga bisa mendapat rekomendasi dari aktivitas apa yang ingin dikerjakan sehingga seluruh kegiatan akan lebih mudah terlaksananya.
Ketiga, koneksi tidak sulit. Konektivitas yang dibentuk akan menjadi lebih mudah dikarenakan semakin baik suatu koneksi antar device terhubung maka sistem perangkat akan berjalan lebih cepat dan sangat efektif.
Manfaat yang didapatkan dengan menggunakan teknologi ini sangat mendukung aktivitas diluar rumah ketika ingin menjalankannya tentu bisa melakukan kontrol jarak jauh.
IoT juga sangat berpengaruh terhadap berbagai dunia industri seperti industri kreatif, industri pertanian, industri otomotif, tata kota, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Tak hanya itu saja, dalam segi bisnis hadirnya teknologi memberikan keuntungan tersendiri sehingga membuat bisnis bisa menjadi lebih melesat.
Dampak Negatif
Tapi jangan senang terlebih dahulu. Sebab Internet of Things yang selama ini dianggap memberikan banyak keuntungan ternyata ada sisi negatifnya juga. Terlebih lagi, bagi yang tidak bisa memanfaatkannya dengan baik, membuat efek negatif tersebut semakin bisa dirasakan.
Berikut ini beberapa bahaya yang mengintai Bagi pengguna internet of Things:
Membuat banyak orang kehilangan pekerjaan
Internet of Things telah menggantikan banyak pekerjaan manusia. Sebab, kini banyak pabrik yang mulai mengandalkan robot dan internet untuk menjalankan sebuah pekerjaan.Dan jika hal ini terus menerus terjadi, tentu akan membuat pengangguran semakin banyak dan kesejahteraan pekerja semakin menurun.
Privasi tak lagi terjaga. Berbicara soal Internet of Things, tidak bisa dilepaskan begitu saja dengan data. Data inilah yang dapat mengungkap informasi tersembunyi yang selama ini belum bisa terungkap. Ada orang-orang yang menyalahgunakan data sehingga menimbulkan kerugian bagi banyak orang. Pencurian dan pembobolan data yang semakin banyak adalah suatu bahaya yang sangat merugikan bagi pengguna Internet of Things.
Tantangan
Internet of Things (IoT) saat ini terus bertumbuh dengan pesat sejalan dengan pengembangan otomasi di semua sektor kehidupan manusia. Namun, pengembangan IoT di Indonesia masih menghadapi empat tantangan utama.
Pertama, terkait literasi yang masih rendah. Tidak hanya di masyarakat umum, di level eksekutif pun masih banyak yang belum memahami tentang IoT. Sehingga hal ini membuat pengembangan IoT di suatu korporasi menjadi terhambat.
Tantangan kedua minimnya sumber daya manusia (SDM) tersertifikasi dan spesialis di bidang IoT. Karenanya, penting sekali melakukan training, assessment dan pembinaan mulai dari pendidikan dasar hingga vokasi, baik melalui lembaga formal maupun secara mandiri dan online.
Tantangan ketiga adalah keterbatasan kapital, khususnya di investasi awal. Selain ini juga minimnya insentif yang diperlukan untuk penyediaan IoT di Indonesia. Yang perlu dilakukan adalah fleksibilitas pola investasinya, baik yang berbasis opex, bagi hasil, hibah atau socialpreneur, maupun sponsorship.
Tantangan keempat menyangkut keterbatasan komponen elektronik, sehingga harus ada kemudahan dan upaya mengatasi kelangkaan pasokan atau suplai, baik melalui impor atau membuka pabriknya di dalam negeri.

