Kita menyadari sepenuhnya, bahwa Negara tak akan bisa membangun tanpa memungut pajak dari rakyat.
Segala yang kita pegang setiap harinya, berkaitan dengan Pajak.
Mendirikan rumah, kena Pajak. Makan, kena pajak. Tinggal dirumah, kena Pajak Bumi dan Bangunan.
Rokok, luar biasa cukainya. 60%. Artinya, misal kita beli Dji Sam Soe 20rb, sesungguhnya kita sudah menyumbang 12rb untuk Negara. Sehari 2 bungkus, maka kita sudah setor 24rb sehari ke Negara.
Apakah pendapatan pajak rokok itu dibayar ke Negara oleh perusahaan Rokok?!. Benar.
Siapa yang bayar?. Semua pajak dibebankan ke pembeli. Rakyat. Kita yang bayar. Perusahaan hanya mengumpulkan. Mereka yang setor ke Negara. Uangnya ya uang saya, uang kamu, uang kami, uang kita. Uang rakyat.
Benar bahwa penerimaan Negara bukan hanya dari Pajak. Ada deviden BUMN, portofolio, utang LN, Ekspor, dll. Tapi ingat, APBN 2023 saja, pajak mencapai 80% dari total pendapatan Negara.
Artinya, tanpa pajak, Negara Kolaps. Berhenti. Mandeg.
Uang sudah terkumpul nih di kas Negara. Uang saya, uang kamu, uang kalian. Uang rakyat.
Belum juga digunakan untuk apa apa, sudah ada banyak korupsi pejabat Pajak. Buat belikan mobil anaknya, istrinya, simpananya.
Rakyat marah?!.
Nggak lah. Rakyat Indonesia terkenal sabar. Baik dan Ikhlas.
Dari uang yang berhasil terselamatkan dan dikumpulkan Negara, digunakanlah untuk bayar Gaji Presiden, Wapres, Menteri, Gubernur, Bupati, Camat. Semua stafnya. Guru. Semua PNS.
Tidak hanya gaji. Tapi juga untuk rumah, perjalanan, mobil, pengawalan, makan, biaya di hotel, dan seterusnya.
Eh, pejabat nggak puas. Masih banyak nih yang korupsi. Apa yang dikorupsi?. Ya uang rakyat juga. Yang berasal dari pajak tadi, yang diberikan ke Kementrian, tapi tidak digunakan untuk kegiatan, tapi diambil oleh pejabatnya.
Jadi, kita sudah bayar pajak untuk gaji pejabat, dan uang kita yang lain masih diambil juga.
Rakyat marah?!.
Nggak lah. Rakyat Indonesia terkenal sabar. Baik dan Ikhlas.
Kita belum bicara Papua. Yang hasil emasnya bisa untuk mensejahterakan seluruh rakyat Papua tapi jutaan warga disana masih banyak yang kelaparan.
Kita belum bicara soal BUMN yang andai dikelola dengan hati, tidak hanya otak, sudah bisa membebaskan jutaan warga yang miskin.
Kita baru bicara soal bahwa yang bayar pajak dan tidak pernah korupsi—karena bukan pejabat, bisa kelaparan dan tidak bisa sekolah, tapi jarak 10 meter di gedung pemerintah, para pejabat sedang bancakan uang kita.
Rakyat marah?!
Nggak lah. Rakyat Indonesia terkenal sabar. Baik dan Ikhlas.
Malaikat saja sampai geleng geleng kepala melihat kesabaran rakyat Indonesia.
Jogja. 25 September 2024
Teguh Santoso,Sekjen Gerbang ( Gerakan Anak Bangsa )

