SUBANG, Nitikan.id – Kesalahpahaman antara Pihak MTs Ma’arif Darussulaeman dengan Orang tua siswa yang sempat ramai dan menjadi buah bibir beberapa hari lalu kini sudah selesai.
Permasalah surat kelulusan siswa yang diduga ditahan pihak lembaga pendidikan hingga dugaan intimidasi itu berakhir dengan musyawarah di Aula Desa Batangsari Kecamatan Sukasari pada Sabtu, (29/7/2023).
Orang tua siswa yang sempat diwawancarai Nitikan.id sebelumnya, Casim mengklarifikasi atas kesalahpahaman yang dialaminya setelah melakukan musyawarah pada waktu itu
“Saya mohon maaf kepada MTs Ma’arif Darussulaeman yang bernaung di Yayasan Athohiriyah atas statement saya yang dimuat di media terkait MTs Ma’arif Darussulaeman,” ucapnya.
Casim mengatakan bahwa dirinya dan pihak MTs Ma’arif Darussulaeman sudah menyepakati untuk saling memaafkan dan menghormati satu sama lain.
“Di akhir musyawarah pada saat itu, kami sepakat berdamai dan saling memaafkan,” kata Casim.
Sementara itu, Ketua Yayasan Athohiriyah Siti Nurhasanah mengungkapkan bahwa perselisihan itu disebabkan oleh kesalahpahaman orang tua siswa dengan tata tertib atau kebijakan yang berlaku di Madrasah.
“Mereka itu salah paham, kami sudah memberikan kebijakan sebijak-bijaknya,” kata Siti.
Terkait dugaan penahanan surat kelulusan siswa, Siti mengungkapkan hanya ada 9 siswa yang belum diserahkan surat kelulusannya.
“Karena mereka itu lulus bersyarat, akibat dari banyak ketidakhadiran atau alpa saat kegiatan belajar mengajar, bahkan alpanya itu lebih dari 100. Jadi mereka harus mengikuti prosedur remedial terlebih dahulu untuk mendapatkan surat kelulusannya,” ungkap Siti.
Atas polemik yang dialaminya itu, Ketua Yayasan Athohiriyah akan menjadikan kejadian tersebut sebagai pengalaman dan bahan evaluasi management pendidikan yang bernaung di yayasan yang dipimpinnya.
“Kedepannya akan saya perbaiki, agar hal seperti ini tidak terulang kembali,” pungkasnya.

