SUBANG, Nitikan.id – Jika melintas di jalur pantura dari arah Jakarta menuju Cirebon, kita akan melintasi bangunan sekolah megah berada di Utara jalan. Inilah SMP Negeri 1 Pamanukan kabupaten Subang Jawa Barat. Sekolah yang berdiri 1959 ini cukup strategis, di tepi jalan nasional atau tepatnya di jalan E.Tirtapraja No.81 Pamanukan.
Tak heran jika sekolah ini menjadi favorit meski harus berkompetisi dengan beberapa sekolah swasta setara. Dari waktu ke waktu sekolah ini terus berbenah baik di bidang SDM, sarana maupun prasarananya. Sejak sekolah ini dipimpin oleh Sukardi, telah mengalami perubahan yang cukup signifikan
Ketika masuk ke ruang tamu, dihadapkan dengan sederetan piala wujud dari prestasi yang diraih anak didiknya baik akademis maupun non akademis. Mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten hingga nasional. Ini merupakan bukti bahwa meski sekolah yang mayoritas siswanya dari pedesaan, jika dikelola dengan bagus maka akan menghasilkan anak didik berprestasi.
“Ketika pertama memangku sekolah ini yang kami utamakan adalah merubah kebiasaan. Dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Meski tidak mudah namun kami yakin jika dilakukan sepenuh hati tentu ada hasilnya,” ujar Kepala SMPN 1 Pamanukan, Sukardi.
Diakui olehnya sebagai pimpinan tidak mudah untuk merubah kebiasaan. Namun setelah disampaikan baik secara umum maupun tertutup di ruang kerjanya akhirnya perubahan itu bisa diterima. Sebagai pemimpin ia berupaya untuk bersikap terbuka dalam menampung aspirasi, kritik maupun saran baik dari para pendidik maupun dari tenaga kependidikan di sekolah ini ia terima, kemudian dicarikan jalan keluarnya.
Menurutnya, sebagai pimpinan ia berpegang pada prinsip Ing Ngarso Sung Tulodho (Pemimpin adalah panutan). Untuk masalah kedisiplinan ia berupaya memberikan contoh dengan menerapkan peraturan sekolah.
“Mendidik kadang tidak cukup hanya dengan kata-kata. Tapi memberikan contoh adalah lebih utama, ” kata Sukardi.

Ia juga mengungkapkan bahwa setiap waktu, para guru akan melakukan sidak atau razia gadget siswa guna melakukan pengecekan.
“Kita cek semua apa yang ada di dalam handphone siswa, kita cegah penyalahgunaan handphone ditangan siswa,” ungkap Kepala SMPN 1 Pamanukan.
Setiap saat, Sukardi menggelar analisis dan evaluasi bersama guru, staf dan karyawan. Mereka dikumpulkan untuk evaluasi dan menyiapkan program yang akan dilaksanakannya.
Dalam memimpin sekolah ini ia berpegang sesuai dengan Tupoksinya sehingga tidak tumpang tindih dalam penugasannya. Ia berupaya untuk tidak terlalu banyak bicara namun lebih mengutamakan kerja, kerja dan kerja.
Upaya untuk menanamkan kedisiplinan bagi anak didik maupun tenaga kependidikan juga tidak hanya mengandalkan kata-kata. Sekolah ini juga membangun pintu gerbang dan pos keamanan. Jika sudah masuk jam pelajaran pintu masuk sekolah ini ditutup. Dengan begitu baik anak didik guru maupun karyawan yang terlambat akan ketahuan. Selain pintu gerbang itu juga untuk mengantisipasi anak didik keluar terlalu jauh pada saat jam istirahat dan jangan keluar area sekolah sebelum jam pulang.
“Dan yang utama lagi adalah menjaga aspek keamanan. Dulu pernah ada barang hilang. Setelah ada pintu gerbang kini lebih aman,” pungkas Sukardi.

