Beijing, Nitikan.id – Kerja sama strategis antara International Academicians Science & Technology Innovation Centre (IASTIC) dan Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan terus mengalami kemajuan signifikan. Dalam pertemuan intensif selama enam hari yang sedang berlangsung di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok, sejak 16 hingga nanti 22 Juli mendatang, kedua pihak terlibat dalam penggodokan teknis lanjutan atas kerja sama yang telah diprakarsai sebelumnya.
IASTIC diwakili langsung oleh Prof. C.C. Chan, tokoh dunia yang dikenal sebagai “Bapak Mobil Listrik Asia” sekaligus figur sentral dalam inovasi teknologi berkelanjutan. Sementara LAK Galuh Pakuan dipimpin oleh Raja Lembaga Adat, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi SB, yang membawa misi besar pelestarian budaya Nusantara melalui pendekatan diplomasi adat dan transformasi digital.
Pertemuan ini difokuskan pada penyusunan detail teknis kerja sama lintas disiplin yang menyatukan kekuatan ilmu pengetahuan, teknologi inovatif, dan kearifan lokal. Rangkaian pembahasan mencakup:
- Rencana pendirian pusat inovasi adat-teknologi,
- Pengembangan platform digital untuk dokumentasi dan pemetaan budaya lokal,
- Penyusunan standar kolaborasi ilmiah berbasis adat dan komunitas, serta
- Strategi transfer pengetahuan melalui program pelatihan, riset bersama, dan teknologi tepat guna.
Raja Galuh Evi Silviadi menegaskan bahwa kerja sama ini adalah bentuk sinergi visioner antara tradisi dan modernitas. “Adat bukan hanya warisan, tapi fondasi nilai yang bisa bertransformasi melalui teknologi. Inilah saatnya budaya menjadi subjek utama dalam inovasi global,” ujarnya.
Prof. C.C. Chan menyampaikan optimismenya terhadap kolaborasi ini, yang menurutnya dapat menjadi model baru bagi pendekatan humanistik dalam pengembangan sains dan teknologi. “Ketika teknologi berpihak pada nilai-nilai lokal dan kemanusiaan, maka dampaknya akan jauh lebih besar dan berkelanjutan,” kata Prof. Chan.
Sementara itu, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) turut menyatakan kesiapan mendukung hasil dari pembicaraan strategis antara IASTIC dan LAK Galuh Pakuan. UPI akan menunggu hasil konkret dari pertemuan teknis ini, dan siap berperan aktif dalam tahap implementasi, baik di bidang akademik, riset, maupun pendidikan masyarakat.

