Subang, Nitikan.id – Ketua Forum Sarjana Penggerak Pembangunan Masyarakat (SP2M) Pantura Subang, Aldo Muhamad Derlan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong membantu warga terdampak banjir yang melanda kawasan Pantura Kabupaten Subang.
Ajakan ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab kolektif dalam menghadapi bencana kemanusiaan.
“Derita warga di wilayah Pantura Subang semakin menyedihkan. Selain masih terdampak banjir akibat luapan sejumlah sungai di kecamatan Pamanukan dan sekitarnya, warga di pesisir utara juga harus menghadapi terjangan banjir rob. Untuk itu, mari gotong royong demi meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak,” ujar Ketua SP2M dalam keterangannya, Jumat, (30/01/2026).
Ketua SP2M Pantura Subang menuturkan banjir yang terjadi di wilayah Pantura Subang telah berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari terganggunya aktivitas ekonomi dan pendidikan, hingga ancaman terhadap kesehatan warga. Menurutnya, Kondisi ini membutuhkan respon cepat dan kolaboratif dari berbagai pihak.
“Banyak warga yang terdampak, aktivitas ekonomi lumpuh, kegiatan pendidikan terhambat, hingga kesehatan warga pun terancam. Perlu langkah cepat, kolaborasi dari berbagai pihak pun menjadi penting di tengah bencana.” Tuturnya.
“Saat ini masyarakat membutuhkan uluran tangan dari semua pihak. Bantuan logistik, kebutuhan dasar, dan dukungan moral menjadi hal mendesak bagi korban banjir pantura,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Aldo juga mengajak kalangan akademisi, pemerintah, dunia usaha, organisasi kepemudaan, dan komunitas sosial untuk bersinergi dalam upaya tanggap darurat maupun pemulihan pascabencana.
“Kami percaya, dengan kebersamaan dan solidaritas sosial yang kuat, masyarakat Pantura Subang dapat bangkit kembali. Inilah saatnya kita hadir, tidak hanya dengan empati, tetapi juga aksi nyata.” Tegasnya.
Forum SP2M Pantura Subang berharap aksi gotong royong ini dapat menjadi contoh bahwa nilai-nilai kebangsaan dan kepedulian sosial tetap hidup di saat menghadapi bencana.

