• Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata
Sabtu, Oktober 3, 2026
Nitikan.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata
  • Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata
No Result
View All Result
nitikan.id
No Result
View All Result
Home Ragam

Dia yang Terkunci

Nitikan.id by Nitikan.id
02/10/2026
in Ragam
0 0
0
Dia yang Terkunci
0
SHARES
10
VIEWS
Bagi ke WhatsAppBagi ke Facebook

Dalam politik, tidak semua orang yang berada di dalam istana memiliki kunci. Ada yang duduk di kursi empuk, menikmati fasilitas negara, dipanggil sahabat, bahkan masih mendapat jatah kopi dan kudapan rapat. Namun, ketika hendak membuka pintu, ia harus bertanya kepada orang yang kemarin bahkan belum tahu letak kamar mandi istana.

Begitulah kekuasaan. Seseorang tidak perlu diusir untuk kehilangan pengaruh. Cukup dipindahkan kamarnya, diganti penjaga pintunya, lalu diberi penjelasan bahwa semua itu demi penyegaran organisasi. Bahasa birokrasi memang hebat. Ia mampu membuat seseorang kehilangan kekuasaan sambil tetap merasa sedang mendapat penghargaan.

Dalam dinamika penataan ulang pemerintahan, pergeseran sejumlah figur dari lingkaran kekuasaan lama menarik dibaca. Ada yang kehilangan kendali atas institusi strategis, ada yang bergeser dari kursi penting, dan ada pula yang tetap dipertahankan di lingkungan pusat kekuasaan dengan tugas berbeda. Ini bukan sekadar urusan siapa mendapat jabatan dan siapa kehilangan fasilitas, melainkan bagaimana pengaruh dipindahkan tanpa membuat pemiliknya merasa sedang dilucuti.

Salah satu pendekatan untuk membaca fenomena ini adalah elite co-optation, atau kooptasi elit. Philip Selznick menjelaskan kooptasi sebagai proses memasukkan unsur-unsur yang berpotensi mengancam stabilitas ke dalam struktur kepemimpinan organisasi.

Bahasa sederhananya, kalau ada orang kuat yang berpotensi membuat gaduh di luar rumah, ajak saja masuk. Beri kamar, siapkan sandal, dan sesekali ajak makan bersama. Dengan begitu, ia tidak perlu mendirikan rumah tandingan. Namun, jangan lupa, memberikan kamar tidak sama dengan menyerahkan sertifikat rumah.

Inilah seni merangkul sekaligus mengendalikan. Seseorang tetap dihormati, tetapi ruang geraknya dapat berubah. Ia masih menjadi bagian keluarga besar, hanya saja urusan menentukan warna cat, mengganti pagar, dan memindahkan lemari sudah menjadi kewenangan penghuni baru. Politik memang penuh keajaiban. Orang yang kemarin menentukan siapa boleh masuk, hari ini harus memastikan dirinya sendiri mendapat izin masuk.

Pergeseran jabatan strategis dalam skenario reshuffle tersebut dapat dibaca sebagai redistribusi kewenangan. Pengaruh kelompok lama tidak harus dihapus seluruhnya. Cukup dipindahkan dari simpul-simpul strategis, sementara sebagian tokohnya tetap diberi tempat dalam struktur baru. Pusat pengambilan keputusan perlahan bergerak mengikuti konfigurasi kekuasaan yang sedang dibangun.

Tentu saja, ini merupakan pembacaan politik, bukan bukti bahwa setiap pergantian jabatan dirancang untuk menjinakkan seseorang. Bisa saja ada pertimbangan kinerja, kebutuhan organisasi, atau alasan lain. Namun, dalam politik, kebetulan sering kali menjadi bahan diskusi yang lebih panjang daripada rapat itu sendiri.

Selain kooptasi elit, ada pula konsep The Golden Bridge, yang dikenal dalam pembahasan strategi konflik dan negosiasi serta dikaitkan dengan Sun Tzu. Gagasan dasarnya adalah menyediakan jalan keluar terhormat bagi pihak yang sedang terdesak agar tidak merasa harus melawan sampai titik terakhir.

Dalam praktik politik, seseorang yang pengaruhnya sedang menyusut tidak selalu perlu dipermalukan. Berikan posisi baru, pertahankan kehormatannya, lalu biarkan ia menjelaskan kepada pendukungnya bahwa semua berjalan baik-baik saja. Sebab, lawan yang kehilangan seluruh jalan keluar bisa menjadi lebih merepotkan daripada tamu yang tidak tahu kapan harus pulang.

Kompromi politik kadang mirip acara perpisahan pegawai. Pidato penghargaan dibacakan, bunga diberikan, foto bersama dilakukan. Semua tersenyum, kecuali mungkin orang yang baru sadar bahwa acara tersebut sebenarnya untuk dirinya. Bedanya, dalam politik, orang yang dilepas hari ini bisa saja kembali besok sebagai tamu kehormatan. Politik memang tidak mengenal istilah mantan secara permanen. Yang ada hanya perubahan tempat duduk.

Di balik itu, terdapat pula pola patron-client politics, yakni hubungan patronase antara pihak yang memiliki sumber daya dan pihak yang memperoleh akses, perlindungan, atau keuntungan politik. Hubungan semacam ini dapat berubah ketika pusat kekuasaan berganti.

Loyalitas yang dahulu tumbuh karena kedekatan dengan seorang patron bisa diuji ketika patron tersebut tidak lagi memegang kendali utama. Sebab, kesetiaan kadang memiliki bentuk yang sangat manusiawi. Ia tetap setia selama masih ada alasan untuk setia. Jangan buru-buru tersinggung. Ini bukan tuduhan bahwa semua politisi demikian. Hanya saja, kalau kesetiaan bisa dibeli dengan jabatan, jangan heran apabila suatu hari ia ikut pindah bersama kendaraan dinas.

Di sinilah realpolitik bekerja. Kekuasaan tidak selalu bergerak berdasarkan rasa suka atau tidak suka, melainkan melalui kalkulasi kepentingan, stabilitas, sumber daya, dan kemampuan mempertahankan kendali. Dua orang bisa tetap tersenyum dalam satu foto, sementara kepentingan mereka sedang berjalan ke arah berbeda. Senyum adalah urusan kamera, sedangkan kekuasaan adalah urusan siapa yang memegang keputusan.

Jabat tangan bisa berlangsung lima detik, tetapi negosiasi di belakangnya memerlukan lima bulan. Fotografer pulang membawa gambar keharmonisan, sementara para politisi pulang membawa pekerjaan rumah masing-masing. Bedanya, pekerjaan rumah mereka tidak pernah diperiksa guru, tetapi dampaknya bisa dirasakan satu negeri.

Lantas, siapa sebenarnya yang terkunci?

Mungkin bukan hanya seseorang yang kehilangan kewenangan. Bisa jadi seluruh kelompok yang selama ini merasa memiliki rumah kekuasaan, tetapi perlahan menyadari bahwa rumah tersebut kini memiliki pengelola baru. Mereka masih boleh datang, masih boleh berbicara, bahkan masih boleh mengenang masa ketika pendapatnya menjadi keputusan. Namun, tidak semua pintu dapat dibuka dengan kunci lama.

Inilah paradoks kekuasaan. Seseorang dapat tetap berada di pusat pemerintahan, tetapi tidak lagi menjadi pusat pengaruh. Ia masih memperoleh kehormatan, tetapi harus menyesuaikan diri dengan konfigurasi baru. Penguasa yang cermat tidak selalu perlu menghancurkan orang-orang dari lingkaran sebelumnya. Kadang cukup merangkul mereka, memberi tempat terhormat, lalu memastikan seluruh pintu strategis berada dalam kendalinya.

Sebab, mengusir orang dari rumah bisa menimbulkan keributan. Membiarkannya tinggal sambil mengganti seluruh kunci mungkin jauh lebih efektif.

Ia masih tinggal di istana. Pakaiannya tetap kebesaran. Namanya masih tercantum dalam daftar keluarga. Hanya saja, setiap kali hendak membuka pintu, ia harus bertanya kepada pemilik kunci.

Barangkali begitulah politik mengajarkan satu pelajaran sederhana. Tidak semua orang yang tinggal di rumah kekuasaan adalah pemiliknya. Sebagian hanya penghuni lama yang belum menyadari bahwa kuncinya sudah diganti.

 

Nur Izzah Wahidah

Pegiat rumah baca Tunas Aksara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

  • Dia yang Terkunci
  • Editor Perkara
  • Agus Eko Bawa 4 Agenda Besar untuk PWI Subang
  • Shine Circle
  • Bukan Cinta Segitiga
  • panen4d
  • joker123
  • slot777
  • slot scatter hitam
  • https://protuning.id/
  • https://ptnobelindonesia.com/
  • https://okegas.id/
  • https://dukcapil.selumakab.go.id/
  • https://store.scuto.co.id/wp-content/products/
  • https://selumakab.go.id/
  • https://dukcapil.selumakab.go.id/duta777/
  • https://krakatauniaga.co.id/run/
  • https://bossfood.co.id/wp-content/pound/
  • https://befood.id/run/?id=nanastoto
  • slot138
  • slot138
  • sultan69
  • joker123
  • slot mahjong
  • slot depo 10k
  • demo mahjong
  • slot bet 200
  • slot gacor
  • https://consumerstore.siccura.com/
  • https://blog.sparkresto.com/
  • https://jurnal.anfa.co.id/
  • sultan188
  • duniacash
  • https://dewa138.xyz/
  • sultan188 login
  • https://dhumanotmp.xoc.uam.mx/
  • https://programainfancia.xoc.uam.mx/
  • https://fe.unik-kediri.ac.id/
  • https://techno.ru.ac.th/en/contact/
  • sultan188
  • https://problemaseducacion.xoc.uam.mx/

Nitikan.id merupakan salah satu media siber yang berada dibawah naungan PT Poros Media. Nitikan.id ingin menyajikan konsep jurnalis yang memihak pada kepentingan publik, membawa pencerahan, membangun ruang kesadaran serta menumbuhkan semangat literasi dan perubahan.

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Headline
  • Hukum
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Profile
  • Ragam
  • Science
  • Seni Budaya
  • Tak Berkategori
  • Teknologi
  • Wisata
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Term Of Use

© 2024 Nitikan.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata

© 2024 Nitikan.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • slot demo terbaik
  • https://grupoceleron.com/
  • slot gacor malam ini
  • https://aldypay.com/credit-purchase/
  • https://www.sharpener.tech/blog/
  • http://www.dramsyar.com.my/dramsyarservices/
  • https://urbanbat.org/salto-al-vacio/
  • https://kemin.gov.kg/
  • https://vjcc.org.vn
  • ggsoft
  • spaceman
  • slot dana
  • sv388
  • https://www.starfilterind.com/filter-cartridge/
  • https://santillan.ec/contacto/
  • https://travelnevada.fr/blog/
  • http://www.agfarma.com/about/
  • situs138
  • ggsoft
  • slot88
  • https://rgc.com.br/contato/
  • duniacash
  • https://restaurantemoche.com/contact-me/
  • https://agri.ubru.ac.th/
  • https://pedrolopez.pt/
  • https://ezap.edu.vn/
  • slot gacor
  • sultan188
  • slot 10k
  • https://revoar.org/contato/
  • https://www.woodyantique.com/testimonial
  • beras11
  • slot 10k
  • https://paninibay.com/
  • slot depo 5k
  • slot qris
  • https://tagme.com.br/login/
  • slot depo 10k
  • situs slot online
  • ggsoft
  • https://atmaenterprise.com/
  • https://www.lepagefoodanddrinks.com/private-cheffing
  • https://weddingdive.com/idea/
  • https://de.goodstats.id/gehry-architecture/
  • https://www.facility.management.zarz.agh.edu.pl/kontakt/
  • slot 138
  • https://hub.egaleo.gr/prosklisi-kypee/
  • https://store.amerimed.net/
  • https://zlatnadvorana.com/galerija/
  • slot69
  • slot69
  • https://iesmontilivi.net/noticies/
  • https://trrhospitals.com/about-us/
  • https://astaracademy.edu.my/contact-us/
  • https://clinicaitabayana.com/herpeszoster/
  • https://khcn.tbd.edu.vn/danh-muc/linh-vuc-nghien-cuu/
  • https://ca.zonajakarta.com/privacy-policy/
  • https://digital.melintas.id/careers/
  • https://cityluxurycarsrental.com/brands/
  • https://technobox.mk/kalkulator/
  • https://beras11.vip/