Prabowo, melalui Men-PAN RB, melakukan blunder. Saya mengistilahkan “Fiscal Stress and Panic”.
Ini soal Nasib 250rb CASN dan 1 Juta PPPK. Total 1.250.000 manusia Indonesia yang nasibnya digantung.
Begini duduk perkaranya.
Peserta yang lolos seleksi CASN dan PPPK tahun 2023-2024 dijanjikan akan diangkat tahun 2024-2025. Sebelumnya, katanya maksimal 25 Maret 2025. Tiba tiba, 3 hari yang lalu, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara memastikan bahwa pengangkatan ASN akan dilakukan pada Oktober 2025 dan PPPK Maret 2026. Molor jauh dari yang dijanjikan Pemerintah.
Pemerintah memang punya alasan. Tapi saya tak akan bahas alasan yang tak logis. Saya akan beberkan nasib saudara setanah Air kita itu, saat ini.
- Pertama. Banyak yang sudah keluar dari pekerjaan lama karena yakin bakal diangkat ASN/PPPK secepatnya, seperti umumnya periode periode seleksi sebelumnya.
- Kedua, sodara sodara kita itu sudah mengeluarkan biaya banyak untuk pemberkasan. Bahkan banyak yang pinjam uang ke Bank untuk kelengkapan pemberkasan.
- Ketiga, beberapa orang yang ditempatkan di daerah lain sudah kos dan bahkan DP perumahan di dekat tempat tugas.
- Kelima, 100% pasti sudah menolak kesempatan kerja di swasta yang mungkin sebenarnya lebih menjanjikan karena sudah lulus tahapan C.ASN-PPPK.
- Keenam, bagaimana dengan batasan usia!?. CASN Maksimal 35 Tahun dan PPPK 59 Tahun. Bagaimana yang usianya sudah mepet. Bagaimana jika pas SK turun usianya sudah melebihi!?.
—
Dari kemarin saya dapat wa dari beberapa teman, saudara dan orang tak dikenal soal ini. Saya harus jawab apa jika pertanyaanya “Ini harus bagaimana?!”
Ini bukan soal sabar menunggu beberapa bulan. Bukan juga soal bahwa nasib mereka masih jauh lebih baik dari ratusan juta manusia Indonesia yang tak jelas kerja dan penghasilannya.
Ini soal ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola Negara.
Bagi saya, akar dari kemelut ini memang karena Negara sedang tak punya uang. Negara panik karena uang di kas menipis. Tapi gaji Pejabatnya tetap aman. Gaji Menteri aman. Gaji DPR aman. Semua masih bisa tertawa terbahak bahak. Bahkan masih enteng untuk menggaji para staf dan utusan khusus yang tak jelas otak, kerja dan fungsinya.
Negara dalam tekanan keuangan karena memaksa program makan bergizi harus berjalan untuk Anak Anak sekolah. Bahkan hari ini KPK bilang ada indikasi ketidaksesuaian anggaran MBG dari yang awalnya jatah makan 10rb per kotak menjadi hanya 8rb.
Artinya, dana MBG sudah pasti bocor dan mengalir kemana mana.
Saya hitung, berapa sih uang untuk menggaji 250 ribu ASN dan 1 Juta PPPK yang baru!?. Hitungan kasar saya 9 T per bulan.
Itu hanya 3.32% dari yang diambil para koruptor timah. Dan hanya 0.9% dari yang diembat para Dewa Pertamina.
Sadis banget kan!?
—
Apa ini pengalihan isu dari skandal Pertamina yang dibuat pemerintah?. Mungkin juga. Bisa jadi.
Tapi rakyat bisa apa atas pengalihan isu!?. Di Indonesia, produsen isu 100% memang Negara. Negara yang punya kendali mau bikin isu apa saja. Negara berkuasa atas apa saja. Jangankan kuasa terhadap media sebagai penyalur isu, bahkan Negara tahu hari ini kau mau kencing dimana dan berapa kali sehari kau berak. Memangnya kita bisa apa!?
Kalaulah memang pengalihan isu, ini bukan isu fiktif. Nyata dan rakyat yang jadi korbannya.
Dalam dua hari ini Nitizen +62 ngamuk. Mendadak malam ini menggema trending di X : #NyeselPilih02. Diiringi doa doa yang bertebaran
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ جَوْرِ السُّلْطَانِ وَشَدَّةِ البَلاَ
“Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-MU dari kezaliman penguasa dan dari bala yang dahsyat”
Yogyakarta
9 Maret 2025
Teguh Santoso
Sekjen Gerbang

