SUBANG, Nitikan.id – Malam tadi umat Kristiani merayakan Malam Natal dengan penuh sukacita, seperti hal nya umat muslim yang sedang merayakan hari raya Idul Fitri, mereka menggunakan pakaian terbaik, berkumpul dengan sanak saudaranya dengan penuh sukacita. Senang rasanya berada di tengah kebahagian tersebut dan memastikan situasi aman dan kondusif.
Gotong royong pengamanan perayaan malam natal yang dikomandoi TNI, Polri dan BIN serta melibatkan unsur Masyarakat seperti GP ANSOR, BANSER, Mitra Polri dan Pemuda Pancasila memanggil kader PDI Perjuangan yang merupakan rumah besar nasionalis untuk berpartisipasi bergotongroyong membantu pengamanan.
“Pasalnya Subang merupakan daerah rawan faham radikal, dimana salah satu pelaku bom bunuh diri di jalan MH. Tamrin Jakarta merupakan warga Subang, adanya pondok pesantren sarang jaringan teroris nasional berada di Subang, adanya sel jaringan terpidana teroris JAD salah satunya warga Subang yang paling terbaru bahwa adanya peristiwa bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung ternyata ada indikasi bahwa yang mendanai warga Subang. Catatan penting inilah yang perlu kita sikapi bersama sebagai warga Subang untuk mengantisipasi dini agar paham radikalisme, terorisme dan intoleran yang saat ini sedang tumbuh subur ditengah pengaruh politik identitas bisa kita perangi bersama,” jelas Darmawan Santosa. Minggu, (25/12/2022).
Menurut Darmawan Santosa, tidak ada lagi pertentangan dan perdebatan tentang kebhinekaan, tidak ada lagi pertentangan tentang perbedaan ras, suku, agama, budaya dan yang lainnya.
“Leluhur kita sudah bersepakat dan berikrar bersama bahwa kita menjadi satu kesatuan yaitu Bangsa Indonesia. Sehingga tidak adalagi pengelompokan golongan bumi putera, timur asing dan Eropa. Toleransi antar umat beragama hendaknya menjadi salah satu dari komitmen kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia,” Katanya.
Jika saat ini ada Bakal Calon Presiden yang mempersoalkan terkait belum terwujudnya keadilan sosial, bahwa ekonomi saat ini dikuasai oleh sebagian etnis dan agama tertentu, menurutnya hal itu tidak tepat.
“Kesenjangan sosial saat ini terjadi dikarenakan sistem demokrasi kita sangat liberal, sistem ekonomi kita sangat kapitalis dan yang paling penting saat ini diantara kita sudah banyak yang latah akan budaya asing. Bung Karno mengingatkan kita kalau jadi Islam jangan jadi orang Arab, kalau jadi Hindu jangan jadi orang India dan jika jadi Kristen jangan jadi orang Yahudi,” imbuh Darmawan.
“Jadilah kita Bangsa Indonesia yang penuh toleransi, Bangsa yang tidak melupakan akar budayanya. Budaya leluhur kita yaitu selalu bekerjasama dalam suka maupun duka, budaya yang saat ini kita namakan Gotong Royong, yang mana dalam rumusan dasar negara Bung Karno menawarkan jika istilah Pancasila terlalu ngejlimet, bolehlah kita peras menjadi Trisila, jika Trisila masih dianggap juga masih ngejlimet bolehlah kita peras kembali menjadi Eka sila yaitu gotong royong,” tandas Darmawan.
Dalam momentum Natal dan Tahun baru Darmawan Santosa yang biasa disapa Kang Darso yang merupakan Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Subang juga sebagai Bakal Calon Anggota DPRD Kab. Subang Dapil 5 mengucapkan selamat natal bagi seluruh umat kristiani.
“Semoga tema natal Melangkah Bersama dalam Sukacita Berbangsa dan Bernegara menjadi spirit kita untuk terus merawat persatuan dan kesatuan Bangsa,” pungkasnya.

