Nitikan.id – Gempa yang mengguncang Turki dan Suriah, Senin (6/2/23) tergolong dahsyat, magnitudo 7,8 SR. Penyebabnya adalah lempeng Arab yang bergerak ke utara dan bertabrakan dengan lempeng Anatolia.
Gempa ini mengguncang hingga 100 kilometer dari garis patahan, menyebabkan kerusakan serius pada bangunan-bangunan di sekitar patahan.

Mengutip dari Detik.com (8/2/23), korban tewas mencapai 7.800 jiwa. Banyaknya korban karena gempa terjadi pada dini hari ketika orang-orang berada di dalam rumah dan sedang tidur, dan faktor lainnya yang turut berkontribusi adalah kekokohan bangunan.
Berikut sekilas mengenai gempa bumi paling mematikan yang pernah terjadi di Turki dan sekitarnya, dilansir dari news.sky.com.
Desember 115 M
Gempa bumi yang diikuti tsunai menghantam perbatasan antara Turki dan Suriah pada tahu 115 M. Sekitar 260.000 orang diperkirakan meninggal dunia dan kota Antiokhia hancur. Kaisar Romawi Trajan dan penggantinya Hadrian diyakini terjebak dalam gempa itu, menurut catatan penulis Cassius Dio.
Mei 526 M
Sekitar 250.000 orang diyakini meninggal dunia di Antiokhia lebih dari 400 tahun setelah gempa pada 115 M. Daerah ini dekat dengan persimpangan tiga wilayah antara batas lempeng.
September 1509
Pada tahun ini terjadi gempa yang sangat terkenal, Gempa Konstatinopel, yang disebut dengan sebutan “Kiamat Kecil” (bahasa Turki: Küçük Kıyamet atau Kıyamet-i Suğra) oleh orang-orang pada zamannya, terjadi di Laut Marmara pada 10 September 1509 pada sekitar pukul 10 malam. Gempa bumi tersebut diperkirakan berkekuatan 7.2 ± 0.3 pada skala magnitude arus permukaan. Berakibat tsunami dan 45 hari gempa susulan terjadi setelah gempa tersebut. Lebih dari seratus rumah dan 109 masjid hancur, dan sekitar 10,000 orang tewas.

Juli 1688
Dikenal sebagai Gempa Smirna, pusat gempanya dekat dengan kota terbesar ketiga di Turki, Izmir. Gempa tersebut menyebabkan 16.000 orang meninggal dunia.
Juni 1859
Di timur laut Turki, gempa berkekuatan magnitudo 6,1 menewaskan sekitar 15.000 orang dan menghancurkan sebagian besar kota Erzurum.
Desember 1939
Hampir 33.000 orang tewas dalam gempa Erzincan. Sekitar 100 ribu orang terluka dan hampir 120.000 bangunan hancur.
November 1943
Sekitar 4.000 orang tewas dalam gempa bumi di Kota Tosya di Turki Utara yang berkekuatan magnitudo 7,2
Februari 1944
Hanya tiga bulan kemudian, 3.959 orang tewas dalam gempa berkekuatan magnitudo 7,2. Sekitar 21.000 bangunan juga rusak akibat gempa di pantai utara Turki itu.
November 1976
Lebih dari 3.800 orang tewas dalam gempa berkekuatan magnitudo 7,5 di Provinsi Van Turki dekat dengan perbatasannya dengan Iran. Hampir 10.000 bangunan juga hancur.
Agustus 1999
Lebih dari 17.000 orang meninggal dunia ketika gempa yang melanda kota barat Izmit, sekitar 55 mil tenggara Istanbul. Sekitar setengah juta orang kehilangan tempat tinggal setelah bencana tersebut.
Februari 2023
Gempa bumi dengan magnitudo 7,8 SR. Penyebabnya adalah lempeng Arab yang bergerak ke utara dan bertabrakan dengan lempeng Anatolia. Korban tewas mencapai 7.800 jiwa, ada kemungkinan bertambah.
Banyaknya korban karena gempa terjadi pada dini hari ketika orang-orang berada di dalam rumah dan sedang tidur, dan faktor bangunan yang kurang kokoh.
Faktor lainnya yang kurang diwaspadai adalah wilayah ini merupakan wilayah di mana tidak ada gempa bumi besar selama lebih dari 200 tahun, sehingga kesiapsiagaan masyarakat lebih rendah dibandingkan wilayah yang lebih terbiasa menghadapi gempa.
Mempelajari sejarah gempa, juga bencana lainnya di suatu tempat akan bermanfaat sebagai salah satu bentuk mitigasi bencana untuk meminimalisir korban dan dampak bencana.
Mengutip dari detik.com, Dr Amien Widodo mengatakan “Sejarah gempa mempunyai arti penting untuk antisipasi gempa di masa depan sehingga risiko bencana bisa dikurangi. Tanggal kejadian dan skala gempa harus diingat semua orang yang bermukim di sekitar lokasi gempa tersebut. Sebab sangat mungkin terjadi lagi di tempat yang sama,” ungkap Pakar Geologi dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) ini.

