Sunda itu bukan cuma soal nasi timbel dan angklung,ebih dari itu. Orang Sunda adalah paket lengkap dari lalap sampai logatnya yang gemesin dan kalau kamu pernah (atau sedang) pacaran sama orang Sunda yakin deh kamu pasti udah tahu kenapa mereka ini bisa banget bikin betah. Bukan cuma di meja makan, tapi juga di hati (ciee…).
Yuk, kita bedah kenapa orang Sunda itu istimewa dengan gaya yang nggak terlalu formal karena orang sunda sendiri pun lebih suka ngobrol sambil lesehan.
1. Makan tanpa lalapan? haram rasanya!
Orang Sunda tuh kayak punya hubungan spiritual dengan lalapan dan sambal nggak peduli mau makan ayam, ikan, atau tahu doang yang penting ada lalapan dan sambal kalau enggak rasanya kayak makan cinta tanpa restu orang tua.Nggak enak, gitu.
Jangan lupa, tanah Pasundan itu subur banget jadi ya wajar kalau sayuran bisa tumbuh subur dan mudah didapat kayak cinta mereka ke kamu,tumbuh subur asal kamu nggak PHP.
2. Makan bareng itu ibadah sosial
Orang Sunda punya tradisi makan bareng yang punya banyak nama mulai dari bancakan, botram, sampai papahare. Intinya? Makan rame-rame sambil nyeruput es teh dan ngetawain hidup,mereka percaya bahwa makan bareng bisa ngurangin beban hidup,setidaknya beban cicilan. Siapa tahu, dari botram bisa jadi botraman alias berjodoh. Aamiin.
3. Filosofi orang Sunda, someah hade ka semah
Artinya kurang lebih “Senyumin aja tamu, meskipun kamu lagi pengin tidur siang.” Inilah kenapa orang Sunda dikenal ramah, sopan, dan selalu senyum bahkan senyumnya suka nyerempet flirting padahal cuma basa-basi.
Eeit jangan GR dulu bisa jadi itu cuma default mode mereka aja, ramah itu udah mendarah daging, kalau kamu disenyumin orang Sunda, itu belum tentu cinta tapi kalau dicuekin, baru deh kamu harus mulai waspada.
4. Lucu bawaan ortu
Salah satu ekspor terbaik dari tanah Sunda ke dunia hiburan nasional yakni komedi dari Kang Sule sampai Kang Dedi.eh, maksudnya Dedi Mizwar orang Sunda memang jago bikin ketawa bahkan ngobrolin harga cabai aja bisa dibawa ketawa.
Mereka punya sisindiran, cangehgar, dan bobodoran jadi kalau kamu sedih coba aja main ke rumah temen Sunda kalau nggak ketawa, ya minimal diajak makan.
5. Budaya bukan pajangan tapi napas
Orang Sunda bukan cuma bangga sama budayanya, tapi juga ngerawatnya dari calung,angklung, sisingaan sampe jaipongan semuanya masih eksis bukan sekadar konten reels. Mereka tahu, identitas itu harus dirawat bukan cuma dijadikan caption hari Kartini.Percaya deh, kalau kamu ngajak anak kecil Sunda nari jaipong mereka bisa lebih luwes dari kamu joget TikTok.
6. Kreatif level dewa DIY
Bambu, kayu, daun pisang buat sebagian orang cuma jadi bungkus nasi tapi buat orang Sunda bisa jadi karya seni mereka kreatif banget dari suvenir sampai sepatu anyaman bahkan kreativitas ini juga masuk ke dapur kayak tahu sumedang, cilok, batagor, sampai seblak.
Kalau mereka bisa nyulap terigu jadi camilan viral bayangin apa yang bisa mereka lakuin dengan cinta kamu, Eaaa.
7. Wajahnya adem kayak ucapan selamat berbuka
Secara umum orang Sunda punya wajah yang adem, lembut, dan menenangkan makanya banyak yang bilang liat orang Sunda tuh kayak dengerin lagu akustik sore-sore sambil ngopi di balkon.Ekspresi mereka biasanya kalem tapi jangan salah dibalik ketenangan itu bisa tersembunyi… kode keras.
8. Ceweknya cantik, cowoknya ganteng, airnya seger
Banyak yang percaya bahwa pegunungan dan sumber air alami di tanah Sunda bikin kulit mereka bersih dan cerah,cewek Sunda itu cantik natural kadang tanpa makeup pun udah kayak filter Instagram.Makanya jangan heran kalau di sinetron atau film tokoh gadis desa yang anggun dan lugu itu… seringkali diperankan orang Sunda.
9. Logatnya unik, dan kadang bikin salah paham
Salah satu ciri paling khas? Mereka suka nuker huruf F jadi P jadi jangan heran kalau kamu dengar “Poto preweding di Puncak itu paling populer.” Itu bukan typo, itu budaya.Lucunya logat ini bikin percakapan jadi gemesin tapi hati-hati salah tangkap bisa bikin kamu ngajak “pipik” padahal maksudnya “fifik” (eh?).
10. Religius tapi nggak kaku
Daerah Sunda, terutama Tasik dan Cianjur itu dikenal punya banyak pesantren tapi cara mereka membumikan agama itu asik. Ada pengajian, ada doa bersama tapi tetap dengan aura adem dan hangat.Jadi jangan heran kalau kamu ketemu orang Sunda yang bisa ngajak kamu diskusi tafsir sambil ngopi dan ngemil pisang goreng.
Kesimpulannya Sunda itu candu (tapi yang baik-baik)
Kalau hidup adalah sebuah rumah makan, orang Sunda itu kayak sambal dan lalap: bikin nagih, nyegerin dan bikin betah dari cara mereka makan, bicara, sampai bercanda semuanya punya keunikan yang nggak bisa ditiru seenaknya.
Jadi, punya temen, pasangan atau mertua orang Sunda itu… privilege yang patut disyukuri tapi inget, jangan cuma suka sambalnya doang cintai juga nilai-nilainya.
Nurizzah wahidah
Pegiat RB Tunas Aksara
Pamanukan

