Setiap warga negara Indonesia yang berniat berangkat haji, akan menyetorkan uangnya ke Bank. Ke siapa?. Ke Rekening BPKH, Badan Pengelola Keuangan Haji.
Jadi, BPKH itu sebuah badan yang mengelola seluruh dana calon jamaah haji Indonesia. Sampai tahun 2025, jumlahnya mencapai 179 T.
Uang itu hasil kerja keras dan jerih payah rakyat Indonesia yang hatinya rindu memenuhi panggilan Allah.
Simbok yang jualan sayur di pasar menyisihkan keuntungannya, 20 ribu sehari. Ditabung sedikit demi sedikit demi bisa Ziarah ke Makam Rasulullah.
Mak Sumi, pedagang gorengan, memisahkan keuntungan bersihnya 8000 rupiah per hari dalam kaleng biskuit bekas. Bertahun tahun sampai akhirnya bisa setor ONH.
Pak Maman, tukang sol sepatu tanpa alas kaki, baru bisa setor uang awal Haji di usia 60 Tahun, setelah 35 Tahun menabung. Itupun dengan antrian 40 Tahun di daerahnya.
Dan jutaan rakyat kecil lainnya. Mereka bukan pemilik tambang, pengelola BUMB, pemilik hutan sawit, bukan pejabat, bukan bupati, bukan pula PNS.
Dana yang dikelola oleh BPKH mayoritas dana rakyat jelata. Wong kere. Yang tidak mampu menyekolahkan anak anaknya sampai perguruan tinggi. Yang belum tentu cukup makan. Yang belum tentu mampu ke RS kalau sakit.
===
Berendus kabar, dana operasional BPKH mencapai 500 Milyar setahun !.
Kabarnya para anggota Badan Pengelola itu sering ke Luar Negeri. Ke London, New York, dan ke Kota Kota di Eropa.
Ngapain?. Studi Banding?. Apa relevansinya studi banding ke Eropa?. Itu dana umat di pakai plesiran sampai sana!?. Urgensinya apa!?.
Nopember 2021, BPKH membeli Bank Muamalat sebagai bentuk pengembangan bisnisnya.Saat ini, BPKH adalah pemilik 82% saham Bank Muamalat.
Nah, tahun 2023 terkuak skandal Kredit Macet Bank Muamalat sebesar 700 Milyar ke PT HDC. Bahkan sejak cicilan pertama, PT HDC tak mampu membayar. Ini kredit cap apa yang bahkan cicilan pertama tak bayar?.
Skandal kredit bodong ini menjadi misteri. Apa kaitan BPKH dengan PT EDC?. Itu uang umat di investasikan begitu saja, dan akhirnya setelah begini, tak di pertanggungjawabkan?!
===
Indonesia memang banyak masalah. Saking banyaknya, sampai rakyat males ngurusi. Dan itu dimanfaatkan penguasa untuk terus menerus makan uang rakyat.
Yogyakarta
20 Januari 2026
Teguh S Fatkhurrahman

