Nitikan.id – Walter Mitty adalah cerminan bagi kebanyakan orang. Ia bekerja, melakukan rutinitas yang sama setiap harinya, di satu perusahaan penerbitan selama 16 tahun, bahkan akan berlanjut jika tidak terjadi PHK.
Walter Mitty adalah seoangg karyawan di majalah terkenal LIFE yang tugasnya mendata seluruh slide foto. Semacam pustakawan khusus slide foto Majalah LIFE versi cetak yang diambang bubar akan diganti versi online.
Ia digambarkan sebagai orang yang tidak pernah pergi kemana-mana dalam hal ini mengunjungi tempat-tempat baru. Hal itu nampak ketika ia mendaftar di situs kencan online tapi tidak pernah mengisi bagian ini. Termasuk juga bagian tujuan hidup pribadinya.
Tetapi ketika suatu saat dimana perusahaan membutuhkan foto untuk cover majalah Life terakhir, ia malah menghilangkannya. Sedangkan deadline penerbitan hanya beberapa hari lagi. Ia juga diancam dipecat jika tidak menyerahkan foto (negatif foto) itu dalam 3 hari.
Mitty sebenarnya telah bekerjasama puluhan tahun dengan seorang jurnalis foto kontributor untuk majalah bernama Sean O’Connel (Sean Penn) yg tidak pernah bertemu muka sekalipun dengannya.
Untuk edisi terakhir majalah LIFE versi cetak, Sean telah mengirim 25 slide pada Mitty. Sayangnya slide nomor 25 hilang. Pdhal slide nomor 25 itu yang akan dipakai sebagai cover majalah terakhir tadi. Foto yang menggambarkan eksistensi Majalah LIFE selama ini.
Dalam posisi terjepit itu entah kenapa tiba-tiba muncul keberaniannya untuk terbang ke Greenland dengan tujuan untuk mencari fotografer itu.
Dalam perjalanannya ia sempat terjun ke laut penuh hiu, sampai menyelamatkan diri dari erupsi gunung di Islandia. Berlanjut ke Afghanistan, di pegunungan Himalaya dimana akhirnya ia menemukan sang fotografer yang memberitahunya kalau ternyata negatif filmnya ada di dompet yang pernah diberikannya pada Walter.

Walah jauh-jauh ia mencari ternyata foto itu ada dirumahnya. “Slide foto itu aku selipkan di dompet yang aku berikan kepadamu.” Ujar Sean O Connel.
Meski awalnya kecewa, tapi pada akhirnya kejadian itu, petualangan yang ia jalani akhirnya memberikan perspektif baru bagi Walter dalam memandang hidupnya.

Kisah Walter Mitty memberi inspirasi tentang keluar zona nyaman, melihat dan mencoba sesuatu yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
Meski setiap keputusan diambil bisa berbahaya. Tapi ketika menjalaninya dengan sungguh hati, ada keseruan disana. Hidup menjadi lebih berwarna, menjadi lebih indah.
Pada akhirnya film ini adalah tentang bagaimana kita menemukan tujuan hidup. Apa, siapa dan kemana kita ingin menjadi. Bagaimana kita ingin menjalani hidup kita untuk tahun depan, 5 tahun, 10 tahun lagi. Bagaimana kita ingin hidup kita menjadi lebih berarti untuk kita pribadi maupun orang sekitar kita.
“To see the world, things dangerous to come to, to see behind walls, draw closer, to find each other, and to feel. That is the purpose of life.” Walter Mitty
☆☆☆☆☆

