SUMEDANG, Nitikan.id – Politisi Muda yang juga menjabat Ketua Taruna Merah Putih Provinsi Jawa Barat Niko Rinaldo kembali bersilaturahmi dengan Paguron Gagaklawung Kec. Tanjungsari Kab. Sumedang.
Niko hadir didampingi istri Teti Asriyanti, kedua putri tercinta Anastasya Revolista Rinaldo (8th), Anindita Batari Rinaldo (3th) dan Ketua DPC TMP Kab. Sumedang Rusanto Joko Prakoso.
Apit Suheri Pimpinan Paguron Gagaklawung dalam sambutannya menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Kang Niko Rinaldo yang sudah hadir dan menunaikan janjinya untuk memberikan bantuan pendidikan kepada Paguron yang dipimpinnya.
“Terima kasih Kang, ini suatu kehormatan yang luar biasa, karena ditengah-tengah kesibukan kang Niko masih berkenan meluangkan waktu,” kata Apit.
Di waktu yang sama, Rusanto Joko Prakoso seniman yang juga Ketua Yayasan Sukma Sajati menambahkan ibarat ksatria, kang Niko sudah menepati janji.
“Pada saat bulan Ramadhan beliau hadir untuk kali pertama, kurang dari 2 bulan beliau kembali hadir ke Paguron sekaligus menunaikan janji beliau untuk memberikan bantuan pendidikan,” ujarnya
Sementara itu, Caleg DPRD Provinsi Jawa Barat dapil Subang, Majalengka dan Sumedang, Niko Rinaldo menyampaikan suatu kehormatan bisa kembali bersilaturahmi dengan keluarga besar Paguron Gagaklawung, umumnya masyarakat Kec. Tanjungsari Kab. Sumedang.
Niko juga menayampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir dalam kegiatan halal bihalal Paguron Gagaklawung yang akan dilaksanakan hari minggu 14 Mei 2023.
“Semoga hadirnya saya malam ini tidak mengurai hormat saya kepada semua keluarga besar paguron,” ucap Niko.
Politisi muda asal pantura Subang ini berharap, semoga bantuan pendidikan yang diberikan bisa bermanfaat untuk paguron. Hal ini sebagai bentuk komitmen kami terhadap pelestarian seni budaya di Puser Budaya Sunda, Kab. Sumedang.
Selain itu, lanjutnya, hal tersebut merupakan wujud rasa syukur atas proses politik yang dilalui sampai saat ini, berbagi bukan karena berlebih, tapi berbagi sebagai perwujudan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila yang diyakini, gotongroyong.

