Subang, Nitikan.id — Tanggul penahan aliran Sungai Cipunagara yang longsor pada Kamis, 14 Mei 2026, hingga kini belum diperbaiki. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan potensi banjir musiman di sejumlah wilayah Pantura Kabupaten Subang, terutama menjelang datangnya musim penghujan.
Lokasi tanggul yang mengalami longsor berada di Desa Kotasari, Kecamatan Pusakanagara, tepatnya di perbatasan dengan Desa Bojong Tengah, Dusun Sukamanah, Kecamatan Pusakajaya.
Mursid (64), mitra ulu-ulu atau mitra pengairan Desa Pamanukan Sebrang, yang berdomisili di Dusun Mesir Tengah, Desa Karang Mulya, Kecamatan Legonkulon, mengkhawatirkan kondisi tanggul yang hingga kini belum diperbaiki. Ia ditemui Nitikan.id pada Jumat (9/10/2026).

Menurut Mursid, kerusakan tanggul tersebut perlu segera mendapat perhatian dari pemerintah dan instansi terkait, mengingat musim kemarau mulai mendekati akhir dan musim penghujan segera tiba.
“Jangan sampai kita menunggu tanggul jebol dan banjir datang baru dilakukan perbaikan. Sekarang tanggul sudah longsor dan belum diperbaiki, sementara musim penghujan sudah di depan mata. Kami berharap pemerintah segera turun ke lapangan untuk memeriksa dan memperbaiki tanggul tersebut agar masyarakat tidak waswas menghadapi musim hujan,” kata Mursid.
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Apabila curah hujan meningkat dan debit Sungai Cipunagara meluap, kondisi tanggul yang belum tertangani dikhawatirkan memperbesar risiko jebolnya tanggul dan memicu banjir di wilayah sekitarnya.
Ancaman tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata karena kawasan Pantura Subang memiliki wilayah pertanian yang luas, permukiman penduduk, serta jalur transportasi dan aktivitas ekonomi strategis.
Sejumlah wilayah yang dikhawatirkan terdampak meliputi Kecamatan Pusakajaya, Kecamatan Pusakanagara, sebagian Kecamatan Pamanukan, hingga Kecamatan Legonkulon.
Banjir besar tidak hanya berpotensi menggenangi rumah warga dan merendam lahan pertanian, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta menimbulkan kerugian ekonomi bagi petani.
Selain itu, meluasnya genangan hingga jalur utama transportasi dikhawatirkan dapat mengganggu arus lalu lintas di Jalan Pantura. Aktivitas distribusi logistik dan pembangunan yang berkaitan dengan proyek strategis Pelabuhan Patimban juga berpotensi terdampak apabila banjir meluas ke kawasan penunjang transportasi.
Karena itu, kondisi tanggul Sungai Cipunagara perlu segera ditinjau oleh pemerintah dan instansi terkait. Pemeriksaan tingkat kerusakan, penentuan langkah teknis, serta percepatan perbaikan menjadi bagian penting dari upaya mengantisipasi banjir musiman.
Mursid berharap pemerintah daerah bersama instansi yang berwenang atas pengelolaan sungai segera mengambil langkah konkret sebelum curah hujan meningkat. Penanganan sejak dini diperlukan untuk mengurangi risiko bencana dan melindungi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi mengenai rencana maupun jadwal perbaikan tanggul tersebut dari instansi terkait.(red).
