• Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata
Minggu, April 19, 2026
Nitikan.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata
  • Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata
No Result
View All Result
nitikan.id
No Result
View All Result
Home Ragam

Presiden Termiskin

Nitikan.id by Nitikan.id
10/03/2026
in Ragam
0 0
0
Presiden Termiskin
0
SHARES
28
VIEWS
Bagi ke WhatsAppBagi ke Facebook

Ada banyak film tentang tahanan politik. Biasanya penuh teriakan, pukulan, darah, dan dialog yang terdengar seperti slogan poster perlawanan. Tapi A Twelve-Year Night justru memilih jalan yang jauh lebih kejam yakni sunyi. Tidak ada musik heroik. Tidak ada adegan kabur dengan ledakan dramatis. Yang ada hanya ruang sempit, gelap, lembap, dan waktu yang berjalan lambat seperti sengaja ingin menyiksa.

Film itu mengangkat sejarah kelam Uruguay 1973, ketika rezim militer menangkap tiga anggota gerakan Tupamaro yakni José Mujica, Mauricio Rosencof, dan Eleuterio Fernández Huidobro. Mereka tidak ditembak. Tidak diadili secara terbuka. Mereka dijadikan sandera politik. Dipindahkan dari satu sel bawah tanah ke sel lain selama dua belas tahun.

Dua belas tahun adalah waktu yang cukup untuk membangun karier, menikah, punya anak, atau menabung rumah. Tapi bagi mereka, dua belas tahun hanya berisi dinding, bau tanah, dan sepatu tentara yang lewat tanpa wajah.

Film ini tidak sibuk menjelaskan ideologi. Tidak ada kuliah kilat tentang revolusi. Fokusnya sederhana tapi mengganggu: bagaimana cara tetap menjadi manusia ketika negara secara sistematis ingin menghapus kewarasanmu?

Para tentara tidak ingin mereka mati. Itu terlalu cepat. Yang diincar adalah pikiran. Mereka dilarang berbicara. Dilarang melihat matahari. Waktu dibuat kabur. Hari terasa seperti tahun, tahun terasa seperti satu malam panjang yang tak selesai-selesai.

Mujica mulai berhalusinasi. Ia berbicara pada semut, pada bayangan, pada suara yang hanya ada di kepalanya. Di titik itu, film berubah dari drama politik menjadi catatan tentang batas manusia. Tentang siapa yang bisa bertahan tanpa kehilangan dirinya sendiri.
Keajaiban datang dari hal kecil yang nyaris konyol. Rosencof mengetuk dinding dengan kode Morse. Bukan untuk merancang pelarian. Hanya untuk memastikan ada manusia lain di balik tembok. Ketukan itu sederhana, tapi maknanya besar: aku masih hidup.

Dalam dunia yang sepi total, satu bunyi kecil bisa lebih menyelamatkan daripada pidato paling berapi-api.
Mereka bertahan dengan menghafal puisi, mengulang kenangan masa kecil, berbicara pada diri sendiri agar tidak benar-benar hilang. Perlawanan mereka bukan lagi melawan negara, tapi melawan kehampaan. Mereka tidak ingin menang. Mereka hanya tidak ingin membenci.

Ketika demokrasi kembali pada 1985, mereka dibebaskan. Tubuh rusak. Jiwa penuh bekas luka. Tapi yang mengejutkan, mereka tidak keluar sebagai manusia pendendam.

Sejarah lalu menunjukkan selera humornya yang tipis tapi tajam. Pada 2010, Mujica terpilih menjadi Presiden Uruguay. Mantan tahanan bawah tanah kini memimpin negara. Namun ia tidak berubah menjadi penguasa besar dengan istana megah dan iring-iringan mobil panjang.

Ia tinggal di rumah kecil di pinggiran, mengendarai Volkswagen tua, dan menyumbangkan sebagian besar gajinya. Dunia menjulukinya “presiden termiskin.”
Padahal ia tidak miskin. Ia hanya tidak silau.

Setelah dua belas tahun hidup tanpa apa pun, kemewahan terasa seperti lelucon yang tidak terlalu lucu. Setelah kehilangan cahaya dan kebebasan, kursi empuk kekuasaan tidak lagi tampak sakral.
Di titik ini, kisah Mujica terasa seperti sindiran halus bagi zaman modern. Kita hidup di era ketika jabatan sering diukur dari panjangnya konvoi dan mahalnya fasilitas. Seolah-olah legitimasi lahir dari kemewahan, bukan dari kesederhanaan.

Mujica justru membalik logika itu. Ia pernah berkata bahwa manusia modern merasa bebas karena bisa membeli apa saja, padahal justru terikat oleh keinginan yang tidak pernah selesai. Kebebasan, baginya, adalah ketika kebutuhanmu sedikit.

Film itu menjadi cermin. Ia bertanya pelan: apakah kekuasaan membuat seseorang rakus karena ia kurang, atau karena ia belum pernah benar-benar kehilangan?

Pertanyaan itu terasa relevan ketika kita melihat realitas politik hari ini. Di Indonesia, misalnya, publik sempat ramai membicarakan pengadaan mobil dinas mewah untuk Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud. Angkanya mencapai miliaran rupiah dan itu angka yang bagi sebagian orang mungkin wajar dalam logika birokrasi, tapi terasa kontras di tengah narasi efisiensi dan kondisi ekonomi rakyat.

Sorotan tidak berhenti di sana. Gaya hidup istrinya, Syarifah Suraidah, juga ikut diperbincangkan. Busana glamor, aksesori mahal, penampilan mencolok. Semua sah secara hukum. Semua mungkin berasal dari kekayaan pribadi yang legal. Tapi politik tidak pernah hanya soal legalitas. Ia juga soal rasa.

Di sinilah ironi bekerja pelan-pelan.

Di satu belahan dunia, seorang mantan tahanan yang pernah hidup dalam lubang tanah memilih tetap sederhana ketika memegang kuasa. Di belahan lain, jabatan baru sering kali langsung disertai simbol-simbol kemapanan yang mencolok.

Tentu konteksnya berbeda. Mujica lahir dari pengalaman kehilangan ekstrem. Tidak adil menyamakan sejarah Uruguay dengan Indonesia hari ini. Tapi nilai yang dipertaruhkan tetap sama yaitu apakah kekuasaan dipakai untuk menunjukkan jarak, atau justru untuk merapatkan jarak?

Mujica pernah kehilangan segalanya, sehingga ketika ia memiliki segalanya, ia tidak lagi tergoda. Sebagian politisi modern justru belum pernah kehilangan, sehingga ketika diberi kuasa, godaan tampil besar terasa terlalu manis untuk ditolak.

Dan mungkin di situlah makna “presiden termiskin” menjadi sindiran paling elegan bagi zaman kita. Bukan soal jumlah harta, tapi soal keterikatan pada harta. Bukan soal mobil apa yang dipakai, tapi apakah simbol itu memperkuat empati atau justru memperlebar jurang.

Kisah Mujica tidak otomatis menjadikan siapa pun salah. Tapi ia menyediakan standar moral yang diam-diam menyilaukan. Standar yang tidak memaksa, tapi membuat kita bertanya: jika pernah benar-benar gelap, masihkah kita tergoda untuk memamerkan cahaya?

Di akhir film, tidak ada adegan balas dendam. Tidak ada klimaks dramatis. Yang tersisa hanya kesadaran bahwa manusia bisa dihancurkan fisiknya, tapi tidak selalu bisa dihancurkan martabatnya.

Dan mungkin, dalam politik, martabat itulah yang paling mahal.
Sebab dari lubang paling gelap itulah lahir ironi terbesar dimana orang yang paling layak memegang kuasa sering kali adalah mereka yang tidak terlalu ingin memilikinya.

Sementara kita, para penonton sejarah, hanya bisa memilih apakah ingin dipimpin oleh orang yang lapar pada simbol, atau oleh mereka yang sudah selesai dengan dirinya sendiri ?

Hegar Dinandaru Shobron
Pegiat Rumah Baca Tunas Aksara Pamanukan.

Next Post
Ketika ART Jadi Direktur

Ketika ART Jadi Direktur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

  • FEI IMH Subang Gelar Studi Banding dan Company Visit ke Universitas Tazkia dan PT Benning Food
  • KPK Tangkap 16 Orang dalam OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
  • Senyum Langit
  • Rabun Jauh
  • Brahmana Berkostum Sudra
  • panen4d
  • joker123
  • slot777
  • slot scatter hitam
  • https://protuning.id/
  • https://ptnobelindonesia.com/
  • https://okegas.id/
  • https://dukcapil.selumakab.go.id/
  • https://store.scuto.co.id/wp-content/products/
  • https://selumakab.go.id/
  • https://dukcapil.selumakab.go.id/duta777/
  • https://krakatauniaga.co.id/run/
  • https://bossfood.co.id/wp-content/pound/
  • https://befood.id/run/?id=nanastoto
  • slot138
  • slot138
  • sultan69
  • joker123
  • slot mahjong
  • slot depo 10k
  • demo mahjong
  • slot bet 200
  • slot gacor
  • https://consumerstore.siccura.com/
  • https://blog.sparkresto.com/
  • https://jurnal.anfa.co.id/
  • sultan188
  • duniacash
  • https://dewa138.xyz/
  • sultan188 login
  • https://dhumanotmp.xoc.uam.mx/
  • https://programainfancia.xoc.uam.mx/
  • https://fe.unik-kediri.ac.id/
  • https://techno.ru.ac.th/en/contact/
  • sultan188
  • https://problemaseducacion.xoc.uam.mx/

Nitikan.id merupakan salah satu media siber yang berada dibawah naungan PT Poros Media. Nitikan.id ingin menyajikan konsep jurnalis yang memihak pada kepentingan publik, membawa pencerahan, membangun ruang kesadaran serta menumbuhkan semangat literasi dan perubahan.

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Headline
  • Hukum
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Profile
  • Ragam
  • Science
  • Seni Budaya
  • Tak Berkategori
  • Teknologi
  • Wisata
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Term Of Use

© 2024 Nitikan.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata

© 2024 Nitikan.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • slot demo terbaik
  • https://grupoceleron.com/
  • slot gacor malam ini
  • https://aldypay.com/credit-purchase/
  • https://www.sharpener.tech/blog/
  • http://www.dramsyar.com.my/dramsyarservices/
  • https://urbanbat.org/salto-al-vacio/
  • https://kemin.gov.kg/
  • https://vjcc.org.vn
  • ggsoft
  • spaceman
  • slot dana
  • sv388
  • https://www.starfilterind.com/filter-cartridge/
  • https://santillan.ec/contacto/
  • https://travelnevada.fr/blog/
  • http://www.agfarma.com/about/
  • situs138
  • ggsoft
  • slot88
  • https://rgc.com.br/contato/
  • duniacash
  • https://restaurantemoche.com/contact-me/
  • https://agri.ubru.ac.th/
  • https://pedrolopez.pt/
  • https://ezap.edu.vn/
  • slot gacor
  • sultan188
  • slot 10k
  • https://revoar.org/contato/
  • https://www.woodyantique.com/testimonial
  • beras11
  • slot 10k
  • https://paninibay.com/
  • slot depo 5k
  • slot qris
  • https://tagme.com.br/login/
  • slot depo 10k
  • situs slot online
  • ggsoft
  • https://atmaenterprise.com/
  • https://www.lepagefoodanddrinks.com/private-cheffing
  • https://weddingdive.com/idea/
  • https://de.goodstats.id/gehry-architecture/
  • https://www.facility.management.zarz.agh.edu.pl/kontakt/
  • slot 138
  • https://hub.egaleo.gr/prosklisi-kypee/
  • https://store.amerimed.net/
  • https://zlatnadvorana.com/galerija/
  • slot69
  • slot69
  • https://iesmontilivi.net/noticies/
  • https://trrhospitals.com/about-us/
  • https://astaracademy.edu.my/contact-us/
  • https://clinicaitabayana.com/herpeszoster/
  • https://khcn.tbd.edu.vn/danh-muc/linh-vuc-nghien-cuu/
  • https://ca.zonajakarta.com/privacy-policy/
  • https://digital.melintas.id/careers/
  • https://cityluxurycarsrental.com/brands/
  • https://technobox.mk/kalkulator/
  • https://beras11.vip/