Subang, Nitikan.id – Kepolisian Sektor (Polsek) Subang bersama Raimas Polres Subang berhasil mengamankan 16 remaja yang diduga akan melakukan perang sarung di Kelurahan Dangdeur, Subang, pada Sabtu (8/3) dini hari sekitar pukul 01.20 WIB.
Kapolsek Subang, AKP Endang Suganda, mengungkapkan bahwa insiden ini bermula ketika Ketua RT 05, Soni, melihat sekelompok remaja tak dikenal berkumpul di sebuah warung. Ketua RT bersama petugas ronda setempat kemudian mencoba membubarkan mereka dan meminta agar segera pulang.
Namun, para remaja tersebut tidak langsung pulang. Sebagian dari mereka justru berpindah lokasi ke rumah salah satu temannya, Reza, yang motornya diketahui terparkir di halaman rumah kakeknya.
Sebelumnya, dalam kegiatan tarawih keliling di Masjid Al-Ikhlas pada Jumat (7/3), Bhabinkamtibmas Aipda Yogi telah mengimbau pengurus RT dan RW untuk meningkatkan kewaspadaan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama dalam mencegah terjadinya perang sarung atau aksi geng motor.
Menindaklanjuti laporan dari pengurus RT, pihak Polsek segera bergerak. Sekitar pukul 01.20 WIB, petugas dari piket Polsek dan Raimas Polres Subang berhasil mengamankan 16 remaja, meskipun beberapa lainnya berhasil melarikan diri. Para remaja yang diamankan langsung dibawa ke Polsek untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam operasi tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk satu petasan dan sembilan sarung yang telah dililit, di mana salah satunya berisi besi yang diduga akan digunakan dalam perang sarung. Aksi ini rencananya akan dilakukan di jalan provinsi, tepatnya di Kampung Lebaksiuh, perbatasan Kelurahan Dangdeur dan Kecamatan Dawuan.
Kapolsek menambahkan bahwa orang tua dari ke-16 remaja yang diamankan diminta untuk datang ke Polsek sebelum anak-anak mereka dikembalikan. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang.

