اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ، وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ
“Ya Allah, siapa yang mengurusi urusan umatku lalu ia menyulitkan mereka, maka sulitkanlah dia. Dan siapa yang mengurusi urusan umatku lalu ia bersikap lembut kepada mereka, maka bersikaplah lembut kepadanya”
(HR. Al-Bukhari No.893 dan Muslim No. 1829)
Kasus Pertamina bergulir dengan deretan cerita yang sungguh lucu. Pertama, rakyat sebenarnya sudah respek dengan Kejaksaan Agung yang berani membongkar kasus ini.
Kedua, pertamina mulai ngeles sana sini, bukan oplosan tapi blending. Ketiga, beredar isu aliran duit ke Keluarga Thohir, Boy dan Erik Thohir
Keempat, Ahok, sebagai mantan Komisaris Pertamina buka bukaan dengan emosi di SCTV. Kelima, Hotman menyerang ahok. Hotman adalah pengacara keluarga Tohir. PSI juga ikut menyerang Ahok.
Keenam, muncul berita Erick Thohir rapat bareng Jaksa Agung jam 11 malam. Ketujuh, Komisi III DPR RI gelar rapat tertutup dengan Kejaksaan Agung bahas kasus Pertamina
Kedelapan, Direktur Pertamina minta maaf dan minta masyarakat percaya lagi dengan Pertamina. Kesembilan, Kejaksanaan Agung bantah keterilbatan Erick dan Boy Thohir di kasus Pertamina. Padahal diperiksa saja belum.
Kesepuluh, Kejaksaan Agung mendadak jadi juru bicara Pertamina, sebut Pertamax sekarang bagus, mohon rakyat tidak tinggalkan Pertamina.Kesebelas, Partai Golkar membela Bahlil bahwa kasus Pertamina tidak terkait menteri ESDM.
Kedua belas, Prabowo memanggil pengusaha kakap ke Istana. Ada Aguan dan Boy Thohir juga. Keren ya. 2 orang kaya raya yang berminggu minggu dihujat Nitizen karena pagar laut dan Pertamina malah dapat kehormatan diundang ke Istana Rakyat.
—
Kita sama sama paham dan maklum, karena sudah sering kita bahas, semua sedang bergerak untuk saling melindungi. Jika satu dibuka, akan merembet ke lainnya. Prabowo nggak mungkin tegas. Karena semua yang terlibat adalah partai partai koalisi yang mendukung pemerintahannya.
Selamanya Rakyat memang hanya akan jadi korban dan jadi Penonton. Tak lebih.
Sudah sejak lama, setiap anak Bangsa berjalan sendiri sendiri. Pemerintah sibuk mengurus kepentingannya sendiri, tak ada sangkut pautnya dengan kepentingan rakyat.
Rakyat berjuang sendiri mempertahankan hidupnya. Dan Ulama juga sibuk dengan Dakwahnya pada ummat.
—
Saya baru paham, kenapa di setiap Pengajian, pejabat pemerintah bukan duduk dihadapan Kyai, tapi dipanggung bareng poro Kyai.
Jadi selama ini yang layak diceramahi dan dinasehati hanya rakyat. Jadi selama ini rakyat yang bejad moralnya?!. Rakyat yang bajingan!?
Sudah tugasnya para Ulama membimbing dan mengayomi umat. Serta menentramkan umat supaya tidak kritis pada Pemerintah. Menerima apapun perlakuan pemerintah.
Ulama menasehati umat supaya sabar, tapi kelakuan pejabat membuat rakyat emosi
Ulama menasehati umat supaya damai, tapi membiarkan pejabat pemerintah membuat kekacauan
Ulama menasehati rakyat bekerja demi martabatnya sebagai muslim, tapi Negara tak mampu menyediakan pekerjaan
Ulama menasehati rakyat untuk jujur, tapi membiarkan Pertamina membohongi rakyat bertahun tahun. Mungkin sejak tahun 1957, pertama kali Pertamina berdiri
Ulama menasehati rakyat supaya nggak maling ayam seharga 100ribu. Nggak mencuri motor seharga 5Juta. Tapi membiarkan pejabat Negara maling Timah 271 T. Maling BBM 1000 T
Dipuncaknya, para Ulama berfatwa : “Nggak apa apa miskin di Indonesia, malah bagus supaya tak banyak pertanyaan di Akhirat”
Lalu para ulama menyitir Quran surah Al-Baqarah: 155-157 supaya umat bersabar dengan kelaparan dan kekurangan harta.
Tapi membiarkan para Pejabat Negara dengan kemewahan
Ayat yang diambil para ulama adalah ayat yang aman untuk dirinya, posisinya, karirnya.
Para ulama tak pernah menyampaikan Quran Surah An-Nisa :75.
وَمَا لَكُمْ لَا تُقَٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ ٱلرِّجَالِ وَٱلنِّسَآءِ وَٱلْوِلْدَٰنِ ٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَآ أَخْرِجْنَا مِنْ هَٰذِهِ ٱلْقَرْيَةِ ٱلظَّالِمِ أَهْلُهَا وَٱجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ وَلِيًّۭا وَٱجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ نَصِيرًۭا
“Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah, baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak yang berdoa: ‘Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang zalim penduduknya dan berikanlah kami pelindung dari sisi-Mu, dan berikanlah kami penolong dari sisi-Mu’?”
Yogyakarta
8 Maret 2025
Teguh Santoso, Sekjen Gerakan Anak Bangsa

