Subang, Nitikan.id – Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Subang menggelar acara Kongkow Bareng dengan beberapa komunitas Gen Z di Kabupaten Subang.
Acara yang bertajuk “Gen Z Ingin Apa Sih di Pilkada Subang 2024?” bertempat di SkyWalk Museum Wisma Karya, Subang, pada Minggu, 14 Juli 2024.
Dalam kesempatan itu, Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Subang Aldo Muhamad Derlan mengatakan kegiatan ini menjadi langkah awal dari KIPP untuk memastikan proses tahapan pilkada kedepan berlangsung jujur dan adil.
“Tentu ini menjadi penanda awal ya, alarm bagi semua, KIPP dengan menggandeng gen z siap pantau proses tahapan pilkada subang 2024 agar jujur dan adil”.
Menurut Aldo, gen z merupakan generasi yang akrab dengan dunia digital, Ia menyebut kehadiran gen z dapat mendorong suatu perubahan jika dikelola dengan baik.
“Saya melihat gen z ini punya modal besar untuk mewujudkan suatu perubahan, dikenal sebagai generasi yang cakap digital, tentu harus diarahkan kepada hal baik”
Lebih lanjut, aldo menuturkan corak pemantauan KIPP Subang untuk Pilkada Subang kedepan akan kental dengan nuansa digital. Menurutnya hal itu akan lebih efektif dan efisien.
“KIPP Subang akan melakukan pemantauan di Pilkada Subang dengan offline dan online, tapi kita akan banyak online sepertinya, itu lebih efektif”,
Selain itu, KIPP subang juga dalam acara tersebut melaunching “GIM Pilkada Subang 2024” sebagai wadah kolaborasi baru untuk melakukan kerja-kerja pemantauan kedepan.
Sementara itu, presiden BEM Universitas Subang (Unsub) Muhamad Anggi mengungkapkan kebanyakan gen z subang resah soal isu pendidikan dan lapangan kerja.
“Saya banyak ketemu dengan teman-teman pemuda, mereka suka mengeluh soal akses pendidikan dan lapangan kerja” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dari komunitas Subang Utara Muda (SUM) Deni Giok mengatakan subang butuh sosok pemimpin problem solver dan visioner untuk memajukan subang.
“Di Pilkada ini, subang butuh sosok pemimpin yang problem solver dan dia tahu harus ngerjain apa kedepan” katanya
Kegiatan ini dihadiri oleh 15 komunitas gen z yang ada di kabupaten Subang.

