Subang, Nitikan.Id – Pasar Takjil di Jalan Veteran, Pamanukan, menjadi salah satu pusat keramaian warga selama bulan Ramadan. Pasar ini telah dibuka sejak awal Ramadan dan langsung mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat sekitar.
Dari pantauan nitikan.id pada Selasa sore (3/03/2026), aktivitas jual beli di lokasi tersebut terlihat ramai. Warga silih berganti datang untuk membeli aneka makanan dan minuman untuk berbuka puasa.
Salah satu pedagang, Wiwi (20), warga Kecamatan Pusaka Jaya, mulai berjualan pada hari ketiga Ramadan. Ia menjajakan mochi buatan sendiri yang dikemas dalam enam boks, masing-masing berisi 15 potong.
“Alhamdulillah, dari awal jualan sampai sekarang menjelang pertengahan Ramadan tetap ramai. Setiap hari habis terus,” ujar Wiwi.
Dalam sehari, Wiwi mengaku mampu meraih omzet sekitar Rp450 ribu. Ia bersyukur karena dagangannya selalu habis terjual menjelang waktu berbuka.
Ramainya pasar juga dirasakan para pengunjung. Ida (21), warga Mulyasari, mengatakan hampir setiap sore datang ke lokasi tersebut. Selain membeli takjil untuk berbuka puasa, ia juga mencari lauk untuk sahur.
“Hampir setiap sore datang ke sini. Selain beli takjil, sekalian beli lauk untuk sahur juga,” katanya.
Pasar takjil ini digagas oleh warga setempat. Ayi Castari (51), salah satu penggagas, menuturkan bahwa ide tersebut berawal dari obrolan ringan bersama beberapa rekannya.
“Awalnya hanya dari obrolan santai, lalu muncul ide membuat pasar takjil agar warga tidak perlu jauh mencari makanan berbuka,” jelasnya.
Menurut Ayi, kegiatan ini bertujuan memudahkan masyarakat mendapatkan makanan ringan untuk berbuka puasa sekaligus membuka peluang usaha bagi pedagang kecil. Sekitar 50 pedagang turut meramaikan pasar Ramadan tahun ini. Ia juga mempersilakan apabila ada pedagang lain yang ingin mencari nafkah di momen Ramadan, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri ketika kebutuhan masyarakat meningkat, seperti baju, sandal, dan berbagai keperluan lainnya.
Pasar takjil ini telah dua kali diselenggarakan dan mendapat respons positif dari warga, baik sebagai pengunjung maupun pedagang. Selama pelaksanaan, panitia juga telah berkoordinasi dengan unsur Muspika setempat guna memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.
Setiap hari, pasar mulai ramai selepas waktu Asar hingga menjelang Magrib. Meski berlokasi di Jalan Veteran yang bukan jalan utama, antusiasme masyarakat tetap tinggi untuk berbelanja.
Kehadiran Pasar Takjil Pamanukan tak hanya menyemarakkan Ramadan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat kecil di lingkungan sekitar. (Red)

