Subang, Nitikan.id – Menindaklanjuti hasil Konferensi Bilateral Energi Terbarukan: Pengenalan dan Percepatan Investasi di Kabupaten Subang yang digelar Sabtu (3/5/2025), Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan kembali memperkuat kerja sama dalam pengadaan sarana dan prasarana pertanian berbasis energi terbarukan.
Raja LAK Galuh Pakuan, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sanggabuana, melalui Girang Harta Galuh Pakuan, Dewi Kandiaty Paramesti Tine Yowargana, menyatakan bahwa langkah ini sejalan dengan konsensus Galuh Pakuan terkait kebijakan Segitiga Rebana. Kebijakan tersebut menekankan pemanfaatan lahan sawah teknis untuk menciptakan kemandirian sumber daya manusia serta menjaga keseimbangan antara pembangunan industri dan ketahanan pangan.
“Kerja sama Galuh Pakuan dengan sejumlah pengusaha asal Tiongkok merupakan jawaban sekaligus solusi atas konsensus yang telah kami sampaikan sebelumnya. Tujuannya agar pembangunan di wilayah Segitiga Rebana berjalan seimbang antara sektor industri dan ketahanan pangan,” ujar Tine Yowargana, yang akrab disapa Tingting, kepada awak media, Senin (5/5/2025).
Tingting mengungkapkan bahwa LAK Galuh Pakuan telah menjajaki kerja sama dengan pengusaha asal Tiongkok untuk membangun perusahaan yang memproduksi alat dan mesin pertanian seperti traktor dan combine harvester berbasis energi terbarukan, yang ramah lingkungan.
“LAK Galuh Pakuan berpandangan bahwa masa depan pertanian akan bergeser ke energi terbarukan. Karena itu, kami juga akan merangkul seluruh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk pengadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Listrik (SPPBL) di area persawahan demi memudahkan para petani,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tingting menambahkan bahwa LAK Galuh Pakuan telah menyiapkan nama untuk perusahaan tersebut, yaitu Kujang, yang terinspirasi dari simbol khas Jawa Barat.
“Kami sudah menyiapkan nama perusahaannya: Kujang. Ini mencerminkan identitas dan ikon kebanggaan Jawa Barat,” pungkas Tingting.

