Nitikan.id – Dalam istilah bahasa Arab berkah memiliki makna an-nama’u wa ziyadah, berkembang dan juga bertambah. Berkah itu adalah tetapnya kebaikan. Kebaikan dari siapa? kebaikan dari Allah pada setiap sesuatu. Jadi keberkahannya, yaitu kebaikan yang memang Allah berikan. Maka pandangan kebaikannya pun bukan dari kita tapi dari Allah.
Dalam kamus besar Indonesia pun disebutkan bahwa berkah itu karunia Allah, karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia. Jadi berkah itu bukan dari manusia tapi dari Allah, itu yang dinamakan berkah.
Berkah tidak hanya terkait dengan kekayaan materi, tetapi juga dengan keberkahan spiritual dan kehidupan sehari-hari. Islam menekankan pentingnya mengeluarkan zakat, infak, dan sedekah sebagai prioritas utama saat mendapat rezeki, yang akan mengalirkan kebaikan secara berkelanjutan.
Dari sisi harta biar berkah ketika mendapatkannya, jangan lupa bahkan menjadi prioritas utama itu adalah keluarkan zakat, infak, shadaqahnya. Ini yang kemudian akan menjadikan berkah ziyadah, bertambah dan berkembang mengalir terus dan berkesinambungan kebaikannya.
Jika berkah digambarkan dengan definisi rumah yang sehat bukan hanya dalam segi kebersihan fisik, melainkan sejauh mana rumah itu dipenuhi dengan berbagai aktivitas ibadah yang membawa keberkahan. Rasulullah mendefinisikan rumah sehat itu bukan rumah yang bersih tapi, sejauh mana bait itu menjadi jannah, rumahnya diisi dengan berbagai macam aktivitas ibadah, dipakai untuk bersyukur bukan sekadar kumpul dari sisi jasadiyahnya saja tapi bagaimana ruhiyahnya berkumpul di situ.
Berkah pun bisa dalam bentuk usia yang subur dengan amal saleh sebagai penanda keberkahan hidup. Jadi tidak bisa melihat tua mudanya, tapi lihat amal salehnya.
Berkah bisa hadir dalam bentuk tanah yang tidak subur secara fisik tetapi penuh dengan kegiatan keagamaan seperti masjid, TPA, dan berbagai kegiatan ibadah lainnya.
Dalam konteks ilmu, bahwa ilmu yang membawa keberkahan bukanlah sebatas pengetahuan yang banyak, tetapi ilmu yang bermanfaat dan mampu mendatangkan rezeki yang baik serta amal yang diterima di sisi Allah SWT.
Ujian dan masalah dalam hidup bisa menjadi bagian dari keberkahan. Ketika diuji, sikap sabar dan tawakal kepada Allah menjadi kunci untuk menjadikan segala hal, baik suka maupun duka, sebagai bagian dari keberkahan yang bernilai pahala dan penghapus dosa di mata-Nya.
Ketika Allah memberikan takdir kepada kita, sejauh mana kita bisa memberikan nilai kepada masalah dan ujian itu bertambah baik, walaupun sakit, walaupun berdarah, ternyata Allah berkehendak menghapus dosa, bahkan ketika sakit ia lebih banyak ingat kematian sehingga lebih mendekat kepada Allah.
Rasulullah mengingatkan selain mendapat bahagia dengan syukur, kalau diuji dia sabar. Sehingga kemudian ada dua yang harus ditanamkan. Apa pun yang Allah tetapkan kepada kita jadikan itu amal saleh. Apa pun yang kita laksanakan mudah-mudahan menjadi dua jalan yaitu sebagai penambah pahala dan penghapus dosa.
☆☆☆☆☆

