Bandung, Nitikan.id — Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Drs. H. Mohammad Ali Abdul Latief, M.Ag., secara resmi membuka kegiatan Internalisasi Ajaran Agama dalam Pemberdayaan Lembaga Keagamaan, Rabu (2/7/2025), di Grand Arjuna Hotel, Ciumbuleuit, Kota Bandung.
Dalam sambutannya, Plt. Kakanwil menegaskan pentingnya peran lembaga keagamaan dalam menjaga keharmonisan kehidupan berbangsa, khususnya di tengah keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia. Ia menilai, kekayaan budaya nasional jika dipadukan dengan baik, akan menjadi kekuatan besar dalam membangun pendidikan karakter bangsa yang inklusif dan harmonis.
“Indonesia memiliki berbagai macam karakter budaya yang khas. Jika dipadukan dengan baik, keberagaman ini akan menjadi kekuatan dalam pendidikan karakter bangsa,” ujarnya.
Plt. Kakanwil juga menyoroti peran strategis lembaga keagamaan yang dibina oleh Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama dalam pembangunan masyarakat Jawa Barat. Ia menyatakan bahwa lembaga keagamaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pilar dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, cinta lingkungan, dan kerukunan antarumat beragama. Nilai-nilai ini, lanjutnya, sejalan dengan Asta Pratama, yakni nilai dasar yang diusung oleh Kementerian Agama.
“ASN dan seluruh keluarga besar Kemenag harus menjadi garda terdepan dalam membangun harmonisasi antarumat beragama. Salah satunya dengan menginternalisasi ajaran agama melalui aksi nyata di tengah masyarakat,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran lembaga keagamaan sebagai mediator dalam menyelesaikan konflik keagamaan. Para tokoh agama, tegasnya, harus hadir sebagai penengah, bukan provokator, dalam mendorong perdamaian serta pemahaman terhadap regulasi keagamaan yang menyeluruh.
“Lembaga keagamaan adalah mitra strategis pemerintah. Mari kita optimalkan perannya untuk membangun kehidupan umat beragama yang harmonis, baik melalui program kelembagaan maupun sinergi dengan tokoh dan komunitas lintas iman,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara lembaga keagamaan, tokoh masyarakat, dan pemerintah dalam membangun kehidupan keagamaan yang inklusif, toleran, dan harmonis, khususnya di wilayah Jawa Barat.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut, Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama M. Adib Abdushomad, M.Ag., M.Ed., Ph.D.; Kepala Bidang Bina Lembaga Kerukunan Agama dan Lembaga Keagamaan PKUB, Hery Susanto, S.S., M.AP.; Direktur Ekonomi Sosial dan Budaya Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri; serta Ketua Panitia Penyelenggara, Dr. Ali Fakhrudin, M.Ag.

