Subang, Nitikan.Id — Jumlah pengungsi banjir di wilayah Pamanukan terus bertambah seiring meningkatnya debit Sungai Cipunagara yang meluap hingga melebihi tanggul. Warga terdampak kini mengungsi di berbagai lokasi, mulai dari bawah jembatan flyover Pamanukan yang membentang dari sisi timur hingga barat, aula Desa Pamanukan, Masjid Al-Muqlisin, Kantor MWC NU Pamanukan, hingga tempat-tempat lain yang dianggap aman di sekitar Pamanukan.
Bertambahnya jumlah pengungsi dipicu oleh naiknya ketinggian air yang mulai memasuki permukiman warga. Sejumlah warga terpaksa meninggalkan rumah sejak malam hari karena air terus naik.
Salah seorang pengungsi, Sarka (48), warga Kampung Lebung, Desa Mulyasari, mengatakan ketinggian air di dalam rumahnya telah mencapai lebih dari satu meter. Ia bersama 10 anggota keluarganya kini mengungsi di bawah jembatan flyover Pamanukan.
“Air masuk ke rumah sejak malam dan tingginya sudah lebih dari satu meter, jadi kami sekeluarga terpaksa mengungsi ke bawah jembatan flyover,” kata Sarka.
Selain kebutuhan pangan, selimut, dan obat-obatan ringan, para pengungsi saat ini sangat membutuhkan air bersih untuk keperluan sanitasi.
“Selain makanan dan selimut, kami sangat membutuhkan air bersih untuk sanitasi dan obat-obatan ringan,” tambahnya.
Para pengungsi berharap adanya perhatian serta bantuan segera dari pemerintah dan pihak terkait untuk memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat banjir berlangsung.(red)

