Subang, Nitikan.id – Sejumlah komoditi kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga, tak terkecuali bahan makanan pokok masyarakat Indonesia yaitu beras.
Di beberapa pasar di Kabupaten Subang terpantau harga beras turut mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Hal ini membuat para pedagang mengeluh lantaran harga terus melonjak.
Menurut pedagang beras di Subang, Ajay (30), kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut terjadi sejak akhir tahun 2022 hingga sekarang masih terus naik.
“Harga beras naik sejak Desember pak, sampai sekarang masih terus naik, kenaikan sampai Rp 2.000 /kg, mungkin sampai bulan depan masih naik lagi,” ujarnya, Kamis, (02/02/2023).
Lebih lanjut, Ajay mengungkapkan, kenaikan harga beras yang cukup tinggi saat ini termasuk kenaikan yang cukup parah. Sebab, semua jenis beras ikut mengalami kenaikan.
“Dulu pernah lebih parah dari ini beberapa tahun yang lalu. Tapi ini termasuk parah soalnya semua naik harganya, harus nunggu panen berikutnya kalau mau turun.” Pungkas Ajay.
Dampak kenaikan harga beras juga dirasakan oleh sejumlah penjual nasi. Salah satunya Omah yang berjualan nasi di pasar Pagaden.
“Harga beras naik jadi otomatis modal belanja warung berkurang. Biasanya belanja 12-15 kg beras, sekarang belanjanya 8-10 kg,” ujarnya.
Sedangkan Narsih penjual nasi uduk di Subang mengeluhkan hal berbeda, dia terpaksa mengurangi sedikit porsi nasi uduknya.
“Daripada nasi uduknya diganti dengan beras yang lebih murah, saya kurangi sedikit porsinya. Banyak pembeli kecewa tapi mereka maklum, soalnya tau harga beras lagi naik,” ungkapnya.
Pemerintah diharapkan agar segera bertindak dengan segera menormalkan kembali harga-harga sembako terutama beras.

