Nitikan.id – PT. Promedia Teknologi Indonesia menggelar pelatihan content creator batch 28, pada Kamis (17/11/22). Melalui Zoom Meeting.
Kegiatan tersebut dihadiri sebanyak 163 peserta di bebagai daerah dan media network yang tergabung dalam PT. Promedia Teknologi Indonesia.
Pelatihan ini ditujukan untuk membangun produktifitas anak muda sebagai ¬writerpreneur dan membangun jaringan media online dengan sumber daya manusia yang unggul di era digital.
Dalam sesi pemaparan materi, Agil Santoso selaku mentor pelatihan content creator menyampaikan beberapa point penting yang mesti dimiliki seorang penulis.
Selain dari kemampuan menulis, para content creator wajib mengetahui persona media atau target audiens dan pola tulisan yang akan disajikan kepada para pembaca.
“Pertama, penulis harus mengenal atau mengetahui pembaca ¬website (persona pembaca). Kedua, melakukan riset atau merancang persona untuk mengetahui target audiens (pembaca) yang disasar,” ujarnya.
“Tanpa performa, ibarat mencari sebuah alamat rumah tanpa bantuan Google Map. Asal jalan sambil menebak-nebak. Tanpa persona, kita tidak tahu persis seperti apa profil audiens dan konten seperti apa yang mereka butuhkan (relevance),” lanjutnya.
Agil menyampaikan bahwa pentingnya persona dapat membantu keberhasilan strategi sales. Karena konten media berbasis persona akan mendatangkan audiens sesuai sasaran.
”Media yang memiliki audiens sesuai target client maka akan memudahkan dalam menjalankan strategi sales (direct ads),” paparnya.
Selain itu, persona mampu membuat konten lebih tajam dan solutif. Konten yang berbasis persona lebih relevan dan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan para pembaca.
Kemudian penulis mampu memahami audiens secara keseluruhan, hal ini bertujuan untuk membantu memahami psikologi pembaca secara menyeluruh untuk menentukan strategi engagement.
Agil juga menjelaskan bahwa menulis dengan mengetahui persona akan membuat konten lebih relevan dengan para audiens.
”Konten berbasis persona akan lebih sesuai dengan kebutuhan pembaca akan mendatangkan traffic lebih besar,” jelasnya.
Seperti halnya untuk mengtahui performa pembaca dengan menggunakan google analytic, penulis harus mampu meramu data yang tecatat di dalamnya.
Misalnya, persona pembaca di media lebih banyak diminati oleh kalangan laki-laki atau perempuan. Maka penulis harus menyesuaikan konten tulisan mereka dengan minat data pembaca laki-laki tersebut.
Contoh, tulisan dengan segmentasi pembaca terbanyak adalah laki-laki, maka penulis bisa memuat berita-berita seperti sepak bola atau sport, politik, dan sebagainya.
Jika segmentasi pembaca terbanyaknya adalah perempuan, maka penulis bisa memuat berita-berita seperti kecantikan, kuliner, dan seterusnya.***
***Tulisan ini merupakan kiriman dari Widi Johansyah, Mahasiswa Paramadina Jakarta

