Subang, Nitikan.Id — Dalam rangka mengenang jasa para tokoh dan ulama terdahulu, Garda Walisongo Subang bersama KAHMI Subang dan Mahameru Subang menggelar kegiatan napak tilas sekaligus ziarah leluhur pada Rabu, 11 Maret 2026.
Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah tokoh masyarakat, pengurus organisasi, serta warga yang turut mendoakan para pendahulu yang telah berjasa dalam perkembangan Islam dan kehidupan sosial masyarakat di Kabupaten Subang.
Rangkaian napak tilas dan ziarah dilakukan dengan mengunjungi sejumlah situs yang memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi masyarakat Subang. Beberapa lokasi yang diziarahi di antaranya Keramat Bale Kambang di Tambakan, Keramat Talaga Herang di Cicadas, serta Makam Syekh Jalaluddin di Palasari kecamatan Ciater.
Di setiap lokasi yang dikunjungi, para peserta melaksanakan doa bersama sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan rasa terima kasih atas perjuangan para ulama dan tokoh terdahulu.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan suasana khidmat. Para peserta berjalan bersama dari satu lokasi ke lokasi lainnya sambil mengenang kembali jejak para ulama yang dahulu berperan penting dalam menyebarkan nilai-nilai Islam serta membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan akhlak dan kebersamaan.
Ketua Garda Walisongo Subang, Ade Syahid akrab disapa Mang Atef, mengatakan bahwa kegiatan napak tilas dan ziarah leluhur ini merupakan upaya untuk menjaga tradisi spiritual sekaligus memperkuat kesadaran sejarah di tengah masyarakat.
“Napak tilas dan ziarah leluhur ini bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi merupakan bentuk penghormatan kepada para ulama dan tokoh yang telah berjasa membangun peradaban serta menanamkan nilai-nilai Islam di tanah Subang,” ujar Mang Atef.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antarorganisasi dan berbagai elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai sejarah, budaya, dan spiritualitas.
Ia menambahkan bahwa masyarakat masa kini tidak boleh melupakan peran besar para leluhur dalam membangun fondasi kehidupan yang dirasakan hingga saat ini. Karena itu, kegiatan ziarah dan napak tilas seperti ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi generasi muda agar tetap menghargai sejarah serta melanjutkan perjuangan para pendahulu dalam bentuk karya nyata bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kita ingin mengingatkan generasi sekarang bahwa kemajuan yang kita rasakan hari ini tidak terlepas dari perjuangan para leluhur. Karena itu sudah sepatutnya kita menjaga warisan nilai-nilai mereka, memperkuat persatuan, serta melanjutkan perjuangan dalam bentuk karya dan pengabdian kepada masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan napak tilas dan ziarah leluhur ini ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk para ulama dan tokoh yang telah wafat. Para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai upaya menjaga tradisi spiritual, memperkuat ukhuwah, serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap sejarah dan perjuangan para ulama di Kabupaten Subang.(red).

