• Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata
Selasa, Mei 26, 2026
Nitikan.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata
  • Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata
No Result
View All Result
nitikan.id
No Result
View All Result
Home Opini

Dari Udin ke Harun: Luka yang Belum Kering di Tubuh Jurnalisme Indonesia

Nitikan.id by Nitikan.id
13/11/2025
in Opini
0 0
0
Dari Udin ke Harun: Luka yang Belum Kering di Tubuh Jurnalisme Indonesia
0
SHARES
95
VIEWS
Bagi ke WhatsAppBagi ke Facebook

Oleh: Hgr Dinandaru shobron
Pegiat rumah baca Tunas Aksara
Pamanukan

 

 

Ada luka yang tidak pernah sembuh dalam tubuh jurnalisme Indonesia. Luka itu bernama Udin. Sekarang, luka itu berdarah lagi dengan nama lain: Harun.
Dua jurnalis, dua masa berbeda tapi keduanya menghadapi satu musuh yang sama yakni kekuasaan yang takut pada kebenaran.

Suatu malam di bulan Agustus 1996, Udin, wartawan harian Bernas Yogyakarta diserang oleh orang tak dikenal di depan rumahnya. Ia koma dan meninggal beberapa hari kemudian. Sebelumnya, ia tengah menggarap laporan investigatif tentang dugaan korupsi Bupati Bantul.
Dalam masa Orde Baru, ketika pers dikekang, keberanian seperti itu dianggap pengkhianatan. Udin dibungkam bukan karena ia salah menulis tapi karena tulisannya benar.

Goenawan Mohamad pernah menulis, “Pers yang bebas adalah tempat di mana kata ‘tidak’ masih mungkin diucapkan tanpa rasa takut.”
Namun di masa itu, kata “tidak” bisa berujung pada kematian. Begitulah Udin wafat, sebagai simbol bahwa kebenaran selalu punya harga.

Dua puluh delapan tahun berlalu. Indonesia berubah wajah: pers bebas, media menjamur, dan UU Pers lahir tapi tiba-tiba dari Subang, muncul nama Harun, jurnalis media online yang dilaporkan ke polisi setelah menulis berita yang dianggap “mengganggu.”

Kasus ini tidak berdarah tapi terasa getir ditengah gegap gempita demokrasi digital, pelaporan terhadap wartawan karena karya jurnalistiknya menunjukkan satu hal: kekuasaan bisa berganti tapi naluri membungkam tetap hidup.

Dulu wartawan diserang dengan pentungan namun kini dengan pasal.Dulu mereka diintimidasi secara fisik, kini melalui UU ITE dan tekanan sosial tapi tujuannya tetap sama yakni membuat pena berhenti menulis.

Goenawan Mohamad juga pernah mengingatkan, “Kekuasaan selalu ingin menulis ulang kenyataan.”
Kalimat itu kini terasa relevan kembali. Baik dalam kisah Udin maupun Harun, kekuasaan mencoba mengatur bukan hanya kehidupan rakyat, tapi juga narasi kebenaran.Siapa yang menulis, apa yang boleh diberitakan dan bagaimana publik boleh tahu semua ingin dikontrol.

Namun jurnalisme sejati lahir dari keberanian menolak dikontrol karena tugas wartawan bukan melayani kekuasaan, melainkan menyinari ruang gelap tempat rakyat tidak bisa melihat apa yang terjadi atas nama mereka.

Perjalanan dari Udin ke Harun seperti perjalanan bangsa ini dari pentungan ke algoritma.Kekuasaan hari ini tidak selalu membungkam dengan cara kasar; kadang cukup dengan laporan polisi, penggiringan opini, atau pembunuhan karakter di media sosial.Kekerasan berganti wajah, tapi tujuannya tetap satu: membuat kebenaran kehilangan suara.

Namun seperti kata Goenawan, “Kata-kata tidak bisa dibunuh, hanya bisa ditunda.”
Dan setiap kali satu jurnalis dibungkam, akan lahir seribu pena lain yang menulis dengan keberanian yang sama.

Udin dan Harun adalah pengingat bahwa jurnalisme bukan sekadar profesi, tapi ibadah sosial pekerjaan menjaga nurani publik agar tetap hidup.Ketika masyarakat takut bicara, wartawanlah yang menuliskannya.Ketika rakyat diam karena tekanan, wartawanlah yang menyalakan suaranya.

Mereka bukan musuh negara, melainkan pengingat agar negara tidak menjadi musuh rakyat.

Kasus kematian Udin tak pernah menemukan keadilan. Kini, kasus pelaporan Harun memperlihatkan bahwa sejarah masih mengulang bab yang sama: keberanian dihadapkan pada kuasa.Mungkin bentuknya berbeda tapi inti persoalannya tetap sama yakni kebenaran dianggap ancaman, bukan pencerahan.

Kita boleh berganti rezim, berganti wajah pemimpin, berganti slogan demokrasi tapi selama masih ada wartawan yang ditakut-takuti karena menulis, maka roh orde baru masih bergentayangan di republik ini.

Udin dan Harun adalah dua bab dalam kitab yang sama, kitab tentang perlawanan pena terhadap kekuasaan. Selama masih ada pembaca yang mau mengingat, jurnalisme tak akan mati.

Ketika jurnalis ditakut-takuti, yang sesungguhnya terancam bukan kebebasan pers tapi kebebasan kita semua untuk tahu dan berpikir.
Udin telah gugur, Harun kini diuji dan entah siapa berikutnya.
Akan tetapi selama masih ada yang menulis dengan nurani, Indonesia belum kehilangan arah.

Goenawan Mohamad menulis, “Yang paling berbahaya bukanlah penguasa yang lalim tapi rakyat yang membiarkan kelaliman menjadi kebiasaan.”
Maka, menolak lupa terhadap Udin dan bersuara untuk Harun bukan sekadar solidaritas terhadap jurnalis, melainkan bentuk cinta pada republik ini.

Next Post
Sidang MDP Kasus Viral DBD: Kuasa Pengadu Diusir, Dokter Patologi Klinik Dinilai Salah Sasaran

Sidang MDP Kasus Viral DBD: Kuasa Pengadu Diusir, Dokter Patologi Klinik Dinilai Salah Sasaran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

  • DARURAT KORUPSI, KPK BIKIN BUKU
  • Terungkap! Modus Uang Jajan Kakek, 4 Cucu Jadi Korban
  • Akal-akalan Proyek Fiktif, Oknum ASN Subang Terjerat Hukum
  • DPR RI Komisi X Soroti Sejumlah Permasalahan Atlet dan Organisasi Muaythai
  • FEI IMH Subang Gelar Studi Banding dan Company Visit ke Universitas Tazkia dan PT Benning Food
  • panen4d
  • joker123
  • slot777
  • slot scatter hitam
  • https://protuning.id/
  • https://ptnobelindonesia.com/
  • https://okegas.id/
  • https://dukcapil.selumakab.go.id/
  • https://store.scuto.co.id/wp-content/products/
  • https://selumakab.go.id/
  • https://dukcapil.selumakab.go.id/duta777/
  • https://krakatauniaga.co.id/run/
  • https://bossfood.co.id/wp-content/pound/
  • https://befood.id/run/?id=nanastoto
  • slot138
  • slot138
  • sultan69
  • joker123
  • slot mahjong
  • slot depo 10k
  • demo mahjong
  • slot bet 200
  • slot gacor
  • https://consumerstore.siccura.com/
  • https://blog.sparkresto.com/
  • https://jurnal.anfa.co.id/
  • sultan188
  • duniacash
  • https://dewa138.xyz/
  • sultan188 login
  • https://dhumanotmp.xoc.uam.mx/
  • https://programainfancia.xoc.uam.mx/
  • https://fe.unik-kediri.ac.id/
  • https://techno.ru.ac.th/en/contact/
  • sultan188
  • https://problemaseducacion.xoc.uam.mx/

Nitikan.id merupakan salah satu media siber yang berada dibawah naungan PT Poros Media. Nitikan.id ingin menyajikan konsep jurnalis yang memihak pada kepentingan publik, membawa pencerahan, membangun ruang kesadaran serta menumbuhkan semangat literasi dan perubahan.

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Headline
  • Hukum
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Profile
  • Ragam
  • Science
  • Seni Budaya
  • Tak Berkategori
  • Teknologi
  • Wisata
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Term Of Use

© 2024 Nitikan.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata

© 2024 Nitikan.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • slot demo terbaik
  • https://grupoceleron.com/
  • slot gacor malam ini
  • https://aldypay.com/credit-purchase/
  • https://www.sharpener.tech/blog/
  • http://www.dramsyar.com.my/dramsyarservices/
  • https://urbanbat.org/salto-al-vacio/
  • https://kemin.gov.kg/
  • https://vjcc.org.vn
  • ggsoft
  • spaceman
  • slot dana
  • sv388
  • https://www.starfilterind.com/filter-cartridge/
  • https://santillan.ec/contacto/
  • https://travelnevada.fr/blog/
  • http://www.agfarma.com/about/
  • situs138
  • ggsoft
  • slot88
  • https://rgc.com.br/contato/
  • duniacash
  • https://restaurantemoche.com/contact-me/
  • https://agri.ubru.ac.th/
  • https://pedrolopez.pt/
  • https://ezap.edu.vn/
  • slot gacor
  • sultan188
  • slot 10k
  • https://revoar.org/contato/
  • https://www.woodyantique.com/testimonial
  • beras11
  • slot 10k
  • https://paninibay.com/
  • slot depo 5k
  • slot qris
  • https://tagme.com.br/login/
  • slot depo 10k
  • situs slot online
  • ggsoft
  • https://atmaenterprise.com/
  • https://www.lepagefoodanddrinks.com/private-cheffing
  • https://weddingdive.com/idea/
  • https://de.goodstats.id/gehry-architecture/
  • https://www.facility.management.zarz.agh.edu.pl/kontakt/
  • slot 138
  • https://hub.egaleo.gr/prosklisi-kypee/
  • https://store.amerimed.net/
  • https://zlatnadvorana.com/galerija/
  • slot69
  • slot69
  • https://iesmontilivi.net/noticies/
  • https://trrhospitals.com/about-us/
  • https://astaracademy.edu.my/contact-us/
  • https://clinicaitabayana.com/herpeszoster/
  • https://khcn.tbd.edu.vn/danh-muc/linh-vuc-nghien-cuu/
  • https://ca.zonajakarta.com/privacy-policy/
  • https://digital.melintas.id/careers/
  • https://cityluxurycarsrental.com/brands/
  • https://technobox.mk/kalkulator/
  • https://beras11.vip/