Nitikan.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga pesisir agar waspada terhadap fenomena puncak Perigee.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada menghadapi cuaca ekstrem yang akhir-akhir ini terjadi di Indonesia.
Menurut keterangan BMKG, hari ini Senin, 26 Desember 2022 akan menjadi fenomena puncak Perigee.
“Perigee ini adalah kondisi Bulan berada pada titik terdekat dengan Bumi, dan ini puncaknya pada 26 Desember,” ujar Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Lampung Rudi Harianto, seperti dikutip dari Antaranews.
BMKG menyatakan, masyarakat harus waspada terhadap cuaca ekstrem yang disebabkan oleh fenomena puncak Parigee hari Senin, 26 Desember 2022, terutama warga pesisir.
Selain tanggul jebol dan langkanya hutan mangrove, fenomena puncak Perigee ini mengakibatkan pasang air laut yang terjadi karena dorongan dari angin berpotensi masuk daratan lebih besar.
Apa itu Perigee ?
Dilansir dari National Geographic , perigee merupakan fenomena astronomi yang mengacu pada kondisi jarak terdekat bulan ke bumi. Bisa menjauh dan mendekati bumi karena orbitnya yang tidak berbentuk lingkaran sempurna (elips).
Ketika bulan berada di titik terjauh dengan bumi, maka disebut apogee. Sementara perigee adalah titik terdekat bulan selama rute mengelilingi bumi. Pada kondisi inilah bulan tampak 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari bulan purnama saat apogee.
Bencana banjir rob yang disebabkan fenomena perigee terjadi karena tarikan gravitasi bulan yang mengalami peningkatan. Apalagi, tarikan gravitasi Bulan paling kuat terjadi saat perigee.
Selama periode tersebut, tarikan gravitasi yang kuat berkontribusi meningkatkan variasi yang lebih besar pada pasang rata-rata air dan pasang surut laut di permukaan Bumi. Pada puncak pasang, tak ayal bisa memicu terjadinya banjir rob karena intensitas udara yang meningkat.

