Jakarta, Nitikan.id – Juru Bicara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Muhammad Guntur Romli, menyindir pernyataan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mengklaim bisa memberikan gaji Rp10 juta kepada setiap kepala keluarga (KK) di DKI Jakarta jika ia menjadi gubernur ibu kota.
Romli menilai pernyataan Dedi tidak relevan dan menunjukkan sikap yang cenderung mencampuri urusan daerah lain. “Saya tidak paham apa yang dikatakan Kang Dedi ini. Apa mungkin dia ini seperti pepatah ‘rumput tetangga lebih hijau’? Yang menggambarkan seseorang selalu merasa apa yang dimiliki orang lain lebih baik. Ini bisa mengindikasikan rasa iri terhadap keberhasilan atau kebahagiaan pihak lain,” ujar Romli kepada wartawan, Selasa (13/5/2025).
Menurut Romli, konsep keadilan dalam pengelolaan anggaran daerah tidak berarti semua KK di Jakarta diberikan uang secara merata. Ia mempertanyakan logika jika warga kaya pun menerima bantuan tersebut. “Masa orang kaya juga dikasih? Itu kan tidak proporsional,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pembagian anggaran harus berbasis kebutuhan dan prinsip keadilan sosial. “Program-program seperti KJP, KJS, KMJU, bansos, transportasi publik gratis untuk 15 golongan, dan hibah lainnya sudah diarahkan tepat sasaran. Bukan dibagi-bagi tanpa arah,” jelasnya.
Romli juga mengingatkan Dedi agar fokus menjalankan tugasnya sebagai gubernur Jawa Barat. “Saya kira Kang Dedi dipilih warga Jabar untuk fokus mengurus Jabar. Tidak perlu ikut-ikutan urus Jakarta,” sindirnya.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi dalam Musyawarah Nasional Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (ADPSI) di Bandung, Selasa (6/5/2025), menyatakan bahwa dengan APBD DKI Jakarta yang besar, dirinya bisa menggaji Rp10 juta untuk setiap KK jika menjadi gubernur Jakarta. “Kalau saya gubernurnya, saya bagi. Dua juta KK dikali Rp10 juta itu cuma Rp20 triliun,” kata Dedi dalam pernyataannya.

