Subang, Nitikan.id – Tahun 2025 menjadi tahun yang menggembirakan bagi sektor pertanian Indonesia. Panen raya yang melimpah menjadi kabar baik, terutama bagi para petani dan pihak Badan Urusan Logistik (Bulog) yang bertugas menampung hasil panen. Salah satu daerah yang mencatat kelebihan kapasitas adalah Kabupaten Subang.
Kepala Cabang Bulog Subang, Djoko Purnomo, mengungkapkan bahwa penyerapan gabah petani di Subang telah melampaui target pada triwulan pertama tahun ini.
“Alhamdulillah, kami telah melebihi target yang ditetapkan dalam tiga bulan pertama 2025. Saat ini kami membutuhkan tambahan ruang penyimpanan sebesar 30.000 ton karena kapasitas gudang yang tersedia, yaitu 29.500 ton, sudah penuh,” ujar Djoko pada Jumat (24/04/2025) di Kantor Bulog Subang.
Ia menambahkan, seluruh gudang Bulog, baik yang dimiliki sendiri, mitra, maupun yang disewa, kini mengalami overcapacity. Oleh karena itu, Bulog Subang berencana menambah kapasitas penyimpanan melalui kerja sama dengan mitra atau dengan menyewa gudang tambahan.
Capaian penyerapan Bulog Subang dari Januari hingga April 2025 telah mencapai 31.021 ton, melebihi target awal sebesar 15.367 ton. Pencapaian ini merupakan hasil dari strategi jemput bola yang dilakukan Bulog untuk mempercepat penyerapan hasil panen petani di wilayahnya. Melihat potensi panen yang masih tinggi, Bulog pun menaikkan target penyerapan menjadi 43.000 ton.
“Kami terus berkoordinasi dengan Satgas Pangan dan tetap membeli gabah sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang berlaku,” kata Djoko.
Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto juga menyoroti pentingnya pembangunan dan revitalisasi gudang penyimpanan beras untuk mengimbangi peningkatan produksi nasional.
“Tingginya produksi beras harus diimbangi dengan tempat penyimpanan yang memadai agar tidak cepat membusuk,” ujar Presiden Prabowo.
Ia menegaskan telah meminta dukungan dari berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, dan BUMN, untuk turun tangan membangun serta memperbaiki gudang penyimpanan beras. Pemerintah juga telah menyiapkan anggaran khusus untuk keperluan tersebut.
Dengan adanya dukungan lintas sektor, diharapkan hasil panen para petani dapat terserap maksimal dan disimpan dengan baik, sehingga stok pangan nasional tetap aman dan berkualitas.

