Jakarta, Nitikan.id – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDI-P), Hasto Kristiyanto, menulis sepucuk surat dari dalam Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Surat tersebut disampaikan melalui kader PDIP, Guntur Romli, kepada seluruh kader partai pada Jumat (11/4).
Dalam surat tersebut, Hasto menegaskan pentingnya loyalitas kader PDI-P kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Ia juga mengingatkan bahwa ada pihak-pihak yang berupaya mengambil alih kepemimpinan partai berlambang banteng tersebut, meskipun tidak menyebutkan siapa pihak yang dimaksud.
“Sebagai Sekjen PDI Perjuangan, Mas Hasto Kristiyanto menitipkan pesan kepada seluruh kader dan anggota partai untuk menunjukkan loyalitas terbesar kepada Ibu Megawati Soekarnoputri,” ujar Guntur Romli saat membacakan isi surat.
Selain itu, Hasto juga mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri 1446 H dan memohon maaf lahir batin kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Dalam suratnya, Hasto menggambarkan kehidupan sehari-harinya di dalam tahanan sebagai bentuk refleksi spiritual. Ia menjalani puasa selama 36 jam tanpa makan dan minum, rutin berolahraga, dan mengaku berat badannya turun hingga 6 kilogram.
“Hidup semakin disempurnakan dengan mengobarkan semangat juang, olah spiritual, dan olahraga. Di tahanan, terjadi kristalisasi nilai dan semangat. Jangan pernah takut berjuang bagi keadilan, kemanusiaan, dan kemerdekaan,” tulis Hasto.
Hasto juga menekankan pentingnya supremasi hukum dalam membangun masa depan bangsa.
“Tanpa hukum yang berkeadilan, tidak ada kemakmuran. Membiarkan ketidakadilan sama saja dengan membunuh masa depan,” tegasnya.
Guntur Romli menambahkan bahwa pesan Hasto tersebut mencerminkan konsistensi perjuangan politik PDIP dalam memperjuangkan keadilan dan hak-hak rakyat.
“Surat ini adalah refleksi dari nilai-nilai perjuangan yang terus kami pegang. Apa yang disampaikan Mas Hasto menunjukkan semangat untuk terus memperjuangkan kebenaran, meski dari balik jeruji,” pungkas Guntur.

